Artikel

Tata Cara Sholat Witir: Niat, Rakaat, dan Waktu Terbaik

Penutup sholat malam yang dicintai Rasulullah, ganjil rakaatnya dan besar keutamaannya.

DA
By Dimas Agustav
30 Juli 2026
5 min read 23 views
Tata Cara Sholat Witir: Niat, Rakaat, dan Waktu Terbaik

Informasi

Published
30 Juli 2026
Reading time
5 min
Views
23

Tata cara sholat witir adalah sholat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil (1, 3, 5, hingga 11), dikerjakan setelah Isya sampai terbit fajar, dan menjadi penutup sholat malam. Niatnya dilafalkan dalam hati sebelum takbiratul ihram, gerakannya sama seperti sholat sunnah lain, dan pada rakaat terakhir dianjurkan membaca doa qunut. Rasulullah ﷺ bersabda, "Jadikanlah witir sebagai penutup sholat malam kalian." (HR Bukhari & Muslim)

Witir berarti "ganjil"—sholat ini menjadi penutup rangkaian sholat malam, baik tahajud, tarawih, maupun sholat sunnah lain. Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik dalam keadaan mukim maupun safar. Berikut panduan lengkap niat, rakaat, waktu, dan tata caranya.

Apa Itu Sholat Witir dan Kenapa Disebut Penutup Malam?

Sholat witir adalah sholat sunnah muakkad (sangat dianjurkan) dengan jumlah rakaat ganjil. Disebut penutup karena ia mengakhiri seluruh rangkaian sholat malam—setelah witir dikerjakan, seseorang tidak dianjurkan sholat sunnah lagi malam itu. Allah menyukai bilangan ganjil, sebagaimana disebut dalam hadis, "Sesungguhnya Allah itu witir (Esa) dan menyukai yang witir (ganjil)." (HR Bukhari & Muslim, hadis sahih).

Berapa Rakaat Sholat Witir dan Bagaimana Niatnya?

Jumlah rakaat witir paling sedikit 1 rakaat dan paling banyak 11 rakaat, selalu ganjil. Yang paling umum dikerjakan adalah 1 atau 3 rakaat.

Jumlah rakaatLafal niat (dibaca dalam hati)Artinya
1 rakaatUshalli sunnatal witri rak'atan lillahi ta'alaAku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta'ala
3 rakaatUshalli sunnatal witri tsalatsa raka'atin lillahi ta'alaAku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta'ala

Niat cukup diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram; melafalkannya di lisan hanyalah kebiasaan yang membantu menghadirkan kesadaran, bukan syarat sah.

Bagaimana Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat?

  1. Niat dalam hati sholat witir sesuai jumlah rakaat yang dipilih.
  2. Takbiratul ihram, lalu baca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek (rakaat 1).
  3. Ruku, i'tidal, sujud dua kali seperti sholat pada umumnya.
  4. Berdiri rakaat kedua, baca Al-Fatihah dan surat pendek, lalu ruku-sujud seperti biasa.
  5. Tasyahud awal setelah rakaat kedua (jika mengerjakan 3 rakaat sekaligus tanpa salam di tengah), lalu berdiri untuk rakaat ketiga.
  6. Rakaat ketiga: baca Al-Fatihah dan surat pendek, lalu sebelum ruku disunnahkan membaca doa qunut witir sambil mengangkat tangan.
  7. Ruku, sujud, tasyahud akhir, lalu salam.

Boleh juga mengerjakan 3 rakaat dengan dua kali salam (2 rakaat lalu salam, dilanjutkan 1 rakaat witir)—keduanya sama-sama diamalkan Rasulullah ﷺ.

Kapan Waktu Terbaik Sholat Witir?

Waktu witir dimulai setelah sholat Isya hingga terbit fajar (masuk waktu Subuh). Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abu Hurairah, "Kekasihku (Rasulullah) berwasiat kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan witir sebelum tidur." (HR Bukhari & Muslim)—menunjukkan witir boleh dikerjakan sebelum tidur.

Namun, bagi yang yakin bisa bangun di sepertiga malam terakhir, mengakhirkan witir setelah tahajud lebih utama, karena waktu itu adalah waktu mustajab untuk berdoa. Bila khawatir tidak bangun, lebih baik witir dikerjakan sebelum tidur agar tidak terlewat sama sekali. Pembahasan lengkap tentang tata cara sholat tahajud dan urutannya dengan witir bisa dibaca terpisah.

Apakah Boleh Witir Dikerjakan Sebelum Tahajud?

Boleh, sesuai hadis di atas. Namun jika seseorang sudah witir lalu ingin sholat malam lagi (tahajud) setelahnya, ia tidak perlu mengulang witir—cukup witir sekali dalam semalam, karena tidak ada dua witir dalam satu malam (HR Abu Dawud, dinilai sahih oleh sebagian ulama hadis). Setelah tahajud tanpa witir ulang, ia cukup menutup dengan doa dan dzikir seperti dijelaskan dalam doa setelah sholat tahajud.

Bacaan Surat yang Dianjurkan dalam Sholat Witir

Rasulullah ﷺ biasa membaca pada witir 3 rakaat: Al-A'la (rakaat pertama), Al-Kafirun (rakaat kedua), dan Al-Ikhlas beserta Al-Falaq dan An-Nas (rakaat ketiga)—riwayat ini dinilai sahih oleh sebagian ulama hadis, meski ada pula riwayat yang diperselisihkan sanadnya. Membaca surat pendek lain pun tetap sah selama Al-Fatihah dibaca di setiap rakaat.

Doa Qunut Witir: Kapan Dibaca?

Doa qunut witir dibaca pada rakaat terakhir, setelah bangkit dari ruku (i'tidal), sambil mengangkat kedua tangan. Ulama berbeda pendapat soal waktu pembacaannya—sebagian (mazhab Syafi'i) menganjurkan sepanjang tahun, sebagian lain (mazhab Hanafi) hanya di malam-malam terakhir Ramadan. Perbedaan ini adalah ranah ijtihad yang longgar (masalah khilafiyah), sehingga muslimah boleh mengikuti kebiasaan yang berlaku di lingkungannya.

Keutamaan Sholat Witir bagi Muslimah

  • Amalan yang tak pernah ditinggalkan Rasulullah ﷺ, baik saat mukim maupun bepergian.
  • Penyempurna sholat malam, menutup ibadah dengan bilangan yang dicintai Allah.
  • Waktu mustajab doa jika dikerjakan di sepertiga malam terakhir.
  • Fleksibel—bisa dikerjakan sebelum tidur bagi yang khawatir tak bangun malam, sehingga tetap terjangkau di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga maupun pekerja.

Bagaimana Witir Saat Sedang Bepergian (Safar)?

Witir termasuk sholat sunnah yang tetap dianjurkan saat safar, bahkan Rasulullah ﷺ pernah mengerjakannya di atas kendaraan dengan isyarat, menghadap ke arah mana pun kendaraan itu bergerak (HR Bukhari & Muslim). Ini menunjukkan keringanan yang diberikan syariat—witir tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti sepenuhnya hanya karena kesulitan teknis di perjalanan. Bagi muslimah yang bepergian jauh, cukup kerjakan semampunya, baik duduk maupun dengan isyarat jika benar-benar tidak memungkinkan berdiri sempurna.

Apakah Witir Boleh Digabung dengan Sholat Tarawih?

Boleh, bahkan ini yang paling umum dipraktikkan di bulan Ramadan—witir dikerjakan sebagai penutup setelah rangkaian sholat tarawih. Di luar Ramadan, witir tetap dianjurkan dikerjakan sendiri sebagai penutup sholat malam biasa, baik didahului tahajud maupun tidak. Yang perlu diingat, esensi witir bukan pada berapa banyak sholat sunnah sebelumnya, melainkan pada kedudukannya sebagai penutup—karena itu ia selalu dikerjakan paling akhir.

Muslimah yang ingin membangun kebiasaan sholat malam secara utuh bisa memulai dari tips agar mudah bangun sepertiga malam terakhir, dilanjutkan tahajud, lalu ditutup dengan witir. Pembahasan fikih witir yang lebih rinci, termasuk perbedaan pendapat ulama tentang qunut, dapat dibaca di rujukan fikih NU Online tentang tata cara sholat witir.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Accordion responsif agar pembaca cepat menemukan jawaban.

Berapa rakaat minimal dan maksimal sholat witir? +
Minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat, selalu berjumlah ganjil. Yang paling sering diamalkan Rasulullah ﷺ adalah 3 rakaat, meski 1 rakaat saja juga sah dan mencukupi.
Apakah witir harus dikerjakan setelah tahajud? +
Tidak harus. Witir boleh dikerjakan sebelum tidur (untuk yang khawatir tidak bangun malam) atau di akhir malam setelah tahajud (lebih utama bagi yang yakin bisa bangun), berdasarkan hadis riwayat Bukhari-Muslim.
Bolehkah witir 3 rakaat dengan sekali salam? +
Boleh, baik dengan tasyahud awal di rakaat kedua tanpa salam (langsung lanjut rakaat ketiga), maupun dengan dua rakaat salam lalu ditutup 1 rakaat witir. Keduanya diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ.
Kapan waktu membaca doa qunut dalam sholat witir? +
Doa qunut dibaca pada rakaat terakhir, setelah i'tidal (bangkit dari ruku) sebelum sujud, sambil mengangkat kedua tangan.
Apakah boleh witir dua kali dalam semalam? +
Tidak. Berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud, tidak ada dua witir dalam satu malam. Jika sudah witir lalu ingin sholat malam lagi, cukup kerjakan sholat sunnah tanpa mengulang witir.
Apa hukum sholat witir, wajib atau sunnah? +
Jumhur (mayoritas) ulama menghukuminya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), bukan wajib. Sebagian ulama mazhab Hanafi menilainya wajib, namun pendapat mayoritas yang lebih kuat adalah sunnah.
Surat apa yang dibaca dalam sholat witir 3 rakaat? +
Yang masyhur diamalkan: Al-A'la di rakaat pertama, Al-Kafirun di rakaat kedua, dan Al-Ikhlas (kadang disertai Al-Falaq, An-Nas) di rakaat ketiga. Surat pendek lain tetap sah selama Al-Fatihah tetap dibaca.
Apakah wanita haid boleh menunda sholat witir? +
Wanita yang sedang haid tidak melaksanakan sholat sama sekali, termasuk witir, sampai suci. Setelah suci, witir yang terlewat karena haid tidak perlu diqadha, sebagaimana sholat fardhu juga tidak diqadha.

Komentar

Komentar pembaca

Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar yang disetujui.