Jawaban singkat: Sholat tahajud dikerjakan setelah tidur malam, minimal dua rakaat, dengan salam setiap dua rakaat. Niatnya Ushallii sunnatat tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Waktunya sejak setelah Isya sampai sebelum Subuh, dan yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir. Rasulullah biasa mengerjakan sebelas rakaat termasuk witir.
Ada satu pertanyaan yang sering muncul dan jarang dijawab dengan tegas: kalau saya sholat malam sebelum tidur, apakah itu sudah terhitung tahajud?
Jawabannya menurut jumhur ulama: belum. Kata tahajjud secara bahasa berarti bangun dari tidur. Karena itu mayoritas ulama mensyaratkan adanya tidur terlebih dahulu, meski hanya sebentar, sebelum sholat itu disebut tahajud. Sholat sunnah malam yang dikerjakan sebelum tidur tetap bernilai pahala dan tetap disebut qiyamul lail, hanya saja namanya bukan tahajud.
Perbedaan ini bukan soal istilah semata. Ia menjelaskan mengapa tahajud terasa berat, dan mengapa justru di situlah letak nilainya. Allah berfirman:
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
QS. Al-Isra: 79
Artikel ini melengkapi tulisan tentang keutamaan sholat tahajud untuk muslimah. Kalau tulisan itu menjawab "mengapa harus tahajud", tulisan ini menjawab "bagaimana persisnya mengerjakannya".
Apa Bedanya Tahajud, Qiyamul Lail, dan Witir?
Tiga istilah ini sering tertukar. Tabel berikut memisahkannya:
| Istilah | Definisi | Syarat tidur dulu |
|---|---|---|
| Qiyamul lail | Istilah umum untuk seluruh ibadah malam, termasuk sholat, membaca Al-Quran, dan dzikir | Tidak disyaratkan |
| Tahajud | Sholat sunnah malam yang dikerjakan setelah bangun dari tidur | Disyaratkan menurut jumhur |
| Witir | Sholat sunnah dengan rakaat ganjil sebagai penutup sholat malam | Tidak disyaratkan |
Praktisnya: witir adalah penutup, dan sangat dianjurkan dikerjakan di akhir setelah tahajud. Kalau Anda khawatir tidak bisa bangun, kerjakan witir sebelum tidur, sebagaimana wasiat Rasulullah kepada Abu Hurairah. Bila ternyata Anda bangun juga, silakan tahajud tanpa mengulang witir, karena tidak ada dua witir dalam satu malam.
Bagaimana Bacaan Niat Sholat Tahajud?
Niat tempatnya di hati, bersamaan dengan takbiratul ihram. Lafal berikut adalah bentuk yang lazim dibaca di Indonesia:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa
"Aku berniat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Kalau Anda belum hafal, cukup hadirkan di hati bahwa Anda sedang mengerjakan sholat sunnah tahajud dua rakaat. Itu sudah sah menurut seluruh mazhab, karena yang menjadi rukun adalah niat di hati, bukan lafal di lisan.
Sholat Tahajud Berapa Rakaat?
Minimalnya dua rakaat. Maksimalnya tidak dibatasi, namun praktik Rasulullah menjadi patokan terbaik. Aisyah radhiyallahu anha ditanya tentang sholat malam Nabi di bulan Ramadhan dan selainnya, lalu beliau menjawab bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari sebelas rakaat, baik di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Riwayat Bukhari dan Muslim. Sebagian riwayat lain menyebut tiga belas rakaat.
Berikut pilihan yang bisa Anda sesuaikan dengan kondisi:
| Pola | Rincian | Cocok untuk |
|---|---|---|
| 2 + 1 | Dua rakaat tahajud lalu satu rakaat witir | Pemula, atau malam saat tubuh sangat lelah |
| 4 + 3 | Dua kali dua rakaat lalu witir tiga rakaat | Sudah mulai terbiasa bangun malam |
| 8 + 3 | Empat kali dua rakaat lalu witir tiga rakaat | Mengikuti praktik Rasulullah, total sebelas rakaat |
Perlu ditegaskan: dua rakaat yang rutin setiap malam jauh lebih bernilai daripada sebelas rakaat yang hanya sanggup dikerjakan sekali sebulan. Rasulullah bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit. Prinsip ini dibahas lebih jauh di cara istiqomah dalam ibadah untuk muslimah.
Kapan Waktu Sholat Tahajud?
Waktunya terbentang sejak selesai sholat Isya sampai masuk waktu Subuh, dengan syarat sudah tidur lebih dahulu. Namun malam itu terbagi menjadi tiga bagian dengan keutamaan yang berbeda:
- Sepertiga malam pertama, kira-kira setelah Isya sampai sekitar pukul 22.00. Boleh, tetapi keutamaannya paling rendah.
- Sepertiga malam kedua, kira-kira pukul 22.00 sampai 01.00. Lebih utama.
- Sepertiga malam terakhir, kira-kira pukul 01.00 sampai masuk Subuh. Inilah yang paling utama.
Untuk sebagian besar wilayah Indonesia, sepertiga malam terakhir jatuh sekitar pukul 02.00 sampai menjelang adzan Subuh. Cara menghitungnya sederhana: ambil jarak dari waktu Isya sampai waktu Subuh, bagi tiga, lalu ambil bagian terakhirnya.
Keistimewaan waktu ini disebutkan langsung oleh Rasulullah:
"Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni."
HR. Bukhari dan Muslim
Tata Cara Sholat Tahajud Langkah demi Langkah
- Tidurlah lebih dahulu, meskipun hanya sebentar. Inilah yang membedakan tahajud dari sholat malam biasa.
- Bangun dan usap wajah, lalu bacalah doa bangun tidur dan sepuluh ayat terakhir surat Ali Imran sebagaimana kebiasaan Nabi.
- Bersiwak dan berwudhu dengan sempurna. Air wudhu di malam hari sangat membantu mengusir sisa kantuk.
- Kerjakan dua rakaat ringan sebagai pembuka bila Anda ingin mengikuti sunnah, karena Rasulullah biasa mengawali sholat malamnya dengan dua rakaat yang ringan.
- Bertakbiratul ihram sambil berniat sholat tahajud dua rakaat.
- Bacalah Al-Fatihah lalu surat yang Anda hafal. Tidak ada surat yang diwajibkan. Panjangkan bacaan bila mampu, karena sholat yang paling utama adalah yang panjang berdirinya.
- Rukuk, itidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua dengan tumakninah. Jangan tergesa-gesa meskipun sedang mengantuk.
- Tasyahud akhir lalu salam pada rakaat kedua.
- Ulangi dua rakaat berikutnya sesuai jumlah yang Anda niatkan.
- Tutup dengan sholat witir berjumlah rakaat ganjil, lalu perbanyak istighfar dan doa sampai masuk waktu Subuh.
Kalau Anda kesulitan menjaga kekhusyukan karena mengantuk, tulisan tentang cara khusyuk dalam sholat membahas teknik yang bisa langsung dipraktikkan.
Apa Doa Setelah Sholat Tahajud?
Berbeda dengan doa sholat hajat yang populer namun lemah sanadnya, doa setelah tahajud berikut ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim, jadi kedudukannya kuat. Ini penggalan awalnya:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ
HR. Bukhari dan Muslim
Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna
"Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah pemelihara langit dan bumi beserta isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi beserta isinya."
Setelah itu, sampaikan permohonan Anda dengan bahasa sendiri. Justru inilah inti dari bangun malam. Sholatnya adalah pintu, doanya adalah isi ruangan. Banyak orang berhasil bangun tetapi lupa memakai kesempatannya, lalu langsung tidur lagi setelah salam.
Perbanyak juga istighfar, karena Allah memuji orang-orang yang beristighfar di waktu sahur dalam surat Adz-Dzariyat ayat 18. Bahasannya ada di keutamaan istighfar.
Doa yang dibaca setelah tahajud punya pembahasan tersendiri karena inilah puncak dari tahajud itu. Bacaan doa yang paling kuat sumbernya, riwayat Bukhari dan Muslim, lengkap Arab, latin, arti, dan urutannya, ada di doa setelah sholat tahajud.
Bagaimana Muslimah Tetap Bisa Tahajud saat Haid?
Tahajud biasanya ditutup dengan witir sebagai penyempurna sholat malam. Niat, rakaat, dan waktu terbaiknya dibahas terpisah di tata cara sholat witir.
Ini pertanyaan yang hampir tidak pernah dijawab artikel tahajud pada umumnya, padahal separuh pembacanya menghadapi kondisi ini setiap bulan.
Wanita yang sedang haid tidak boleh mengerjakan sholat, termasuk tahajud, dan sholat yang ditinggalkan selama haid tidak perlu diqadha. Namun bangun malamnya tidak harus hilang. Yang tetap boleh Anda lakukan di sepertiga malam terakhir:
- Berdoa sepuasnya. Waktu mustajabnya tidak dicabut karena haid. Ini justru kesempatan berdoa panjang tanpa terpotong gerakan sholat.
- Berdzikir dan beristighfar sebanyak yang Anda mampu.
- Membaca sholawat, yang tidak terhalang oleh hadas. Lihat macam-macam sholawat Nabi.
- Bersedekah, membaca terjemah dan tafsir Al-Quran, serta membaca dzikir yang lafalnya bertepatan dengan ayat tanpa berniat membaca Al-Quran.
Rincian mana yang boleh dan mana yang tidak selama haid ada di yang boleh dan tidak boleh dilakukan wanita saat haid.
Kenapa Susah Sekali Bangun Tahajud?
Jawaban yang paling sering diberikan adalah "banyak dosa". Itu ada benarnya, tetapi tidak lengkap, dan bagi sebagian orang justru membuat putus asa. Ada sebab-sebab yang sangat teknis dan bisa diperbaiki malam ini juga:
- Anda tidur terlalu larut. Tubuh butuh tidur, dan ini bukan kelemahan iman. Majukan jam tidur satu jam, dan bangun malam menjadi jauh lebih mungkin.
- Anda makan terlalu berat menjelang tidur. Perut penuh membuat tidur menjadi berat dan sulit dibangunkan.
- Anda tidak berniat sebelum tidur. Rasulullah menyebutkan bahwa siapa yang berniat bangun malam lalu tertidur sampai pagi, tetap dicatat pahala niatnya. Niat ini juga berfungsi seperti alarm batin.
- Anda menyimpan ponsel di dekat bantal. Layar sebelum tidur menunda kantuk, dan alarm yang mudah dimatikan sambil merem tidak akan pernah berhasil membangunkan.
- Anda memasang target terlalu tinggi. Memulai dengan sebelas rakaat hampir selalu berakhir dengan berhenti total dalam seminggu. Mulailah dua rakaat.
Bila kesulitan Anda lebih pada bangun pagi secara umum, ada pembahasan terpisah di cara agar mudah bangun subuh tepat waktu.
Penutup
Tahajud adalah satu-satunya ibadah yang tidak punya penonton. Tidak ada yang tahu Anda bangun, tidak ada yang memuji, tidak ada yang mencatat di media sosial. Justru karena itulah ia menjadi ujian keikhlasan yang paling jujur, sekaligus ruang paling pribadi antara seorang hamba dan Rabbnya.
Mulailah malam ini dengan dua rakaat. Jangan menunggu sampai siap, karena rasa siap itu tidak pernah datang lebih dulu, ia datang setelah kita memulai.
Komentar
Komentar pembaca
Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.
Tinggalkan komentar