Jawaban singkat: Doa setelah sholat tahajud yang paling kuat sumbernya diriwayatkan Bukhari dan Muslim, diawali Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa man fiihinn. Setelah membacanya, sampaikan hajat Anda dengan bahasa sendiri dan perbanyak istighfar. Waktu paling mustajab adalah sepertiga malam terakhir, ketika Allah turun ke langit dunia.
Setelah Anda mengetahui tata cara sholat tahajud, muncul pertanyaan yang sangat wajar: sesudah salam, apa yang sebaiknya dibaca? Justru di sinilah letak inti tahajud. Sholatnya adalah pembuka, dan doa di penghujung malam itulah puncaknya, karena Anda sedang berada di waktu yang paling dekat dengan pengabulan.
Tulisan ini melengkapi pembahasan tata cara dengan bacaan doa yang paling kokoh sumbernya, sekaligus menjelaskan mengapa waktu ini begitu istimewa. Untuk memahami pahalanya, Anda juga bisa membaca keutamaan sholat tahajud untuk muslimah.
Apa Doa Setelah Sholat Tahajud yang Paling Kuat?
Doa berikut dibaca Rasulullah ketika bangun untuk tahajud, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas. Inilah doa tahajud dengan derajat tertinggi.
Baca juga:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ
Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa man fiihinn, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinn, wa lakal hamdu antal haqq, wa wa'dukal haqq, wa liqaa-uka haqq, wal jannatu haqq, wan naaru haqq.
"Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah pemelihara langit dan bumi beserta segala isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi beserta isinya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Yang Mahabenar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga itu benar, dan neraka itu benar."
HR. Bukhari no. 1120 dan Muslim no. 769, dari Ibnu Abbas
Doa ini panjang aslinya, dan potongan di atas adalah bagian pembukanya yang paling masyhur. Perhatikan isinya, seluruhnya adalah pujian dan pengakuan kebenaran, bukan permintaan. Ini mengajarkan adab berdoa: mulailah dengan memuji dan mengakui keagungan Allah, baru sampaikan hajat.
Bagaimana Urutan Berdoa Setelah Tahajud?
- Awali dengan hamdalah dan pujian kepada Allah, misalnya dengan doa Ibnu Abbas di atas.
- Bershalawat kepada Nabi, karena shalawat termasuk sebab terkabulnya doa.
- Perbanyak istighfar, karena Allah memuji orang yang beristighfar di waktu sahur dalam surat Adz-Dzariyat ayat 18.
- Sampaikan hajat Anda dengan bahasa sendiri, sedetail mungkin. Doa di luar sholat tidak disyaratkan berbahasa Arab.
- Tutup dengan shalawat dan hamdalah kembali, lalu berhusnuzan bahwa Allah mendengar.
Kenapa Sepertiga Malam Terakhir Begitu Istimewa?
Karena di waktu itulah pintu pengabulan terbuka paling lebar. Rasulullah bersabda bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni. Hadis ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
| Waktu mustajab | Keterangan |
|---|---|
| Sepertiga malam terakhir | Waktu Allah turun ke langit dunia, paling utama untuk tahajud |
| Saat sujud | Kondisi paling dekat hamba dengan Tuhannya (HR. Muslim) |
| Waktu sahur | Allah memuji orang yang beristighfar saat itu (QS. Adz-Dzariyat: 18) |
Untuk sebagian besar wilayah Indonesia, sepertiga malam terakhir jatuh sekitar pukul 02.00 sampai menjelang adzan Subuh. Cara menghitungnya adalah membagi tiga rentang waktu antara Isya dan Subuh, lalu mengambil bagian terakhirnya.
Bagaimana Lanjutan Doa Tahajud Riwayat Bukhari dan Muslim?
Doa Ibnu Abbas di atas memiliki kelanjutan yang tak kalah agung, yang menutup pujian dengan penyerahan diri total kepada Allah. Berikut potongan lanjutannya:
اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa 'alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a'lantu, antal muqaddimu wa antal mu-akhkhiru, laa ilaaha illaa anta.
"Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan kepada-Mu aku kembali. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengakhirkan. Tidak ada Tuhan selain Engkau."
HR. Bukhari dan Muslim
Perhatikan susunannya: pujian panjang lebih dulu, penyerahan diri, baru permohonan ampun. Inilah adab berdoa yang diajarkan Nabi, dan sangat baik ditiru dalam doa tahajud Anda.
Apa Saja Doa Tahajud Sesuai Kebutuhan?
Setelah doa pembuka di atas, sampaikan hajat Anda. Berikut arah doa sesuai kebutuhan yang paling sering dipanjatkan:
- Memohon ampunan: perbanyak istighfar dan Sayyidul Istighfar, karena waktu sahur adalah saat Allah memuji hamba yang beristighfar.
- Memohon rezeki: panjatkan doa-doa rezeki yang berdalil sambil berserah diri.
- Memohon jodoh: sampaikan dengan lafal yang bersumber dari Al-Quran, seperti doa hamba Ar-Rahman dalam QS. Al-Furqan ayat 74.
- Memohon keturunan: teladani doa Nabi Zakariya, Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin.
- Memohon kesembuhan dan ketenangan hati: mohon afiat untuk diri dan keluarga dengan bahasa Anda sendiri.
Bagaimana Adab agar Doa Tahajud Lebih Mustajab?
- Berwudhu dan menghadap kiblat untuk menghadirkan kekhusyukan.
- Awali dengan pujian dan sholawat sebelum menyampaikan permintaan.
- Angkat kedua tangan dan yakinlah doa Anda didengar.
- Jangan tergesa-gesa. Ulangi permohonan penting sampai tiga kali dengan sepenuh hati.
- Hadirkan air mata bila mampu, karena menangis karena takut kepada Allah termasuk keadaan paling dicintai.
- Tutup dengan husnuzan, berbaik sangka bahwa Allah pasti memberi yang terbaik.
Doa Pendek yang Bisa Ditambahkan
Selain doa panjang di atas, Anda boleh menambahkan doa-doa sahih yang ringkas berikut sesuai hajat Anda:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka."
QS. Al-Baqarah: 201
Yang perlu diingat, kekuatan tahajud bukan pada panjangnya doa, melainkan pada kehadiran hati dan kerutinannya. Dua rakaat yang rutin setiap malam dengan doa yang tulus jauh lebih bernilai daripada tahajud panjang yang hanya sekali lalu ditinggalkan. Prinsip menjaga amalan kecil yang konsisten ini dibahas di cara istiqamah dalam ibadah.
Komentar
Komentar pembaca
Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.
Tinggalkan komentar