Artikel

Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu: Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Jangan buru-buru beranjak setelah salam. Inilah urutan dzikir dan doa setelah sholat fardhu lengkap Arab, latin, dan artinya yang menambah keberkahan.

DA
By Dimas Agustav
17 Juli 2026
6 min read 77 views
Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu: Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Informasi

Published
17 Juli 2026
Reading time
6 min
Views
77

Setelah menuntaskan sholat fardhu, banyak dari kita langsung berdiri, melipat sajadah, dan bergegas kembali pada aktivitas. Padahal, momen sesaat setelah salam adalah salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa dan berdzikir. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah sekali pun meninggalkan dzikir setelah sholat fardhu, dan beliau mengajarkan bacaan-bacaan yang pahalanya luar biasa besar.

Bayangkan: hanya dengan menyisihkan lima hingga tujuh menit setelah setiap sholat, dosa-dosa kita bisa diampuni, hati menjadi tenang, dan Allah membentangkan perlindungan-Nya sepanjang hari. Artikel ini menyajikan urutan lengkap dzikir dan doa setelah sholat fardhu beserta tulisan Arab, latin, arti, keutamaannya, doa-doa pilihan, hingga tips agar istiqomah mengamalkannya di tengah kesibukan sebagai muslimah.

Mengapa Dzikir Setelah Sholat Begitu Penting?

Dzikir setelah sholat bukan pelengkap yang bisa diabaikan, melainkan penyempurna ibadah. Ia menutup sholat kita dengan pujian, syukur, dan permohonan. Sebuah sholat yang diakhiri dengan dzikir ibarat hidangan indah yang ditutup dengan doa syukur — sempurna dan penuh berkah. Rasulullah bersabda bahwa siapa yang membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali lalu menyempurnakannya menjadi seratus dengan tahlil, maka diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan (HR. Muslim). Allah juga berfirman:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu

  • Menghapus dosa — meski sebanyak buih di lautan.
  • Menenangkan hati — dzikir adalah obat kegelisahan, kecemasan, dan overthinking.
  • Menjadi sebab masuk surga — khususnya membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat wajib.
  • Perlindungan dari keburukan — melalui bacaan Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas).
  • Menyempurnakan pahala sholat — menutup ibadah dengan pujian dan permohonan.
  • Mendekatkan diri kepada Allah — memperbanyak mengingat-Nya di sepanjang hari.

Mengapa Waktu Setelah Sholat Termasuk Mustajab?

Seseorang bertanya kepada Rasulullah, "Kapan doa paling didengar?" Beliau menjawab, "Di akhir malam dan di penghujung sholat-sholat wajib." (HR. Tirmidzi). Setelah sholat, hati seorang hamba sedang berada dalam kondisi paling dekat dengan Allah — baru saja rukuk, sujud, dan bermunajat. Inilah momen emas yang sayang untuk dilewatkan hanya karena tergesa-gesa.

Urutan Lengkap Dzikir Setelah Sholat Fardhu

  1. Istighfar 3 kali
  2. Bacaan "Allahumma antas salam..."
  3. Membaca Ayat Kursi
  4. Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing 33 kali
  5. Penyempurna tahlil (menggenapkan menjadi 100)
  6. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
  7. Doa penutup sesuai hajat

1. Membaca Istighfar (3 Kali)

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Latin: Astaghfirullaahal 'azhiim (3x).

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Mengapa dzikir dimulai dengan istighfar? Karena sesempurna apa pun sholat kita, pasti ada kekurangan — pikiran yang melayang, kurang khusyuk, atau gerakan yang tergesa. Istighfar menambal celah itu dan menjadi pengakuan rendah hati bahwa ibadah kita belum sempurna.

2. Bacaan Memohon Keselamatan

Latin: Allaahumma antas-salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah As-Salam (Maha Pemberi keselamatan), dan dari-Mu keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai Dzat Pemilik keagungan dan kemuliaan." Bacaan ini mengingatkan bahwa segala keselamatan hanya bersumber dari Allah.

3. Membaca Ayat Kursi

Rasulullah bersabda, "Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai sholat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." (HR. An-Nasa'i). Ayat Kursi adalah QS. Al-Baqarah ayat 255, dimulai dengan "Allaahu laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qayyuum...". Selain menjadi sebab masuk surga, Ayat Kursi juga menjadi benteng dari gangguan setan sepanjang hari.

4. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Masing-Masing 33 Kali)

DzikirBacaanArtiJumlah
TasbihSubhaanallaahMaha Suci Allah33x
TahmidAlhamdulillaahSegala puji bagi Allah33x
TakbirAllaahu akbarAllah Maha Besar33x

Ketiga dzikir ini merangkum tiga sikap dasar seorang hamba: menyucikan Allah dari segala kekurangan (tasbih), memuji-Nya atas segala nikmat (tahmid), dan mengagungkan-Nya di atas segala sesuatu (takbir).

5. Penyempurna Tahlil (Menggenapkan Menjadi 100)

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: "Tidak ada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Bacaan ini menggenapkan dzikir menjadi seratus, dan inilah yang dijanjikan pengampunan dosa sebanyak buih di lautan.

6. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Ketiga surat ini disebut Al-Mu'awwidzat (surat-surat pelindung). Rasulullah menganjurkan membacanya setiap selesai sholat, dan khusus setelah Subuh serta Maghrib dibaca masing-masing tiga kali. Ketiganya menjadi perisai dari kejahatan yang tampak maupun tersembunyi, dari sihir, hasad, hingga bisikan setan.

Doa-Doa Pilihan Setelah Sholat Fardhu

Setelah rangkaian dzikir, tutuplah dengan doa. Berikut beberapa doa pilihan yang bisa kamu amalkan:

Doa Memohon Pertolongan Beribadah

Latin: Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.

Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu." (HR. Abu Dawud — doa yang diwasiatkan Rasulullah kepada Mu'adz bin Jabal).

Doa Sapu Jagat (Kebaikan Dunia dan Akhirat)

Latin: Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

Doa Memohon Ketetapan Hati

Latin: Yaa muqallibal-quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinik.

Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi).

Setelah itu, lanjutkan dengan doa-doa pribadi sesuai hajat: memohon rezeki halal, keluarga sakinah, keturunan yang saleh, kesehatan, kemudahan urusan, dan husnul khatimah.

Manfaat Dzikir bagi Ketenangan Jiwa Muslimah

Selain pahala, dzikir setelah sholat memiliki dampak nyata pada ketenangan batin. Di tengah tuntutan hidup sebagai ibu, istri, atau wanita karier, dzikir menjadi jeda yang menenangkan sistem saraf, mengurangi kecemasan, dan mengembalikan fokus. Banyak muslimah merasakan bahwa rutin berdzikir membuat hari terasa lebih ringan dan hati lebih lapang menghadapi masalah.

Adab agar Dzikir Lebih Khusyuk

  • Baca dengan tenang, tidak tergesa, dan resapi setiap maknanya.
  • Suara lirih sudah cukup; yang terpenting hati ikut hadir.
  • Menghadap kiblat dan menjaga wudhu selama berdzikir bila memungkinkan.
  • Gunakan tasbih atau ruas jari kanan untuk membantu hitungan.
  • Hindari langsung menyibukkan diri dengan ponsel sebelum berdzikir.

Kesalahan Umum dalam Berdzikir Setelah Sholat

  • Tergesa-gesa sehingga lafal tidak jelas dan hati tidak hadir.
  • Sekadar mengejar hitungan tanpa menghayati makna.
  • Langsung beranjak untuk mengecek ponsel begitu salam.
  • Meninggalkan dzikir saat sedang banyak urusan, padahal justru saat itulah hati paling butuh ketenangan.

Tips Istiqomah Berdzikir untuk Muslimah Sibuk

Menjadi ibu, istri, atau wanita karier tidak menghalangi konsistensi dzikir. Beberapa kiat praktis:

  • Mulai dari yang ringan. Lebih baik sedikit tapi rutin daripada banyak tapi terputus.
  • Manfaatkan momen tenang. Waktu menyusui atau menunggu anak tidur bisa jadi waktu berdzikir.
  • Letakkan tasbih di tempat sholat. Pengingat visual membantu membangun kebiasaan.
  • Tempel catatan urutan dzikir di dekat sajadah sampai hafal.
  • Niatkan sebagai investasi akhirat agar dzikir terasa ringan dan bermakna.

Penutup

Dzikir setelah sholat fardhu hanya butuh beberapa menit, tetapi pahalanya melampaui bayangan kita dan ketenangannya terasa sepanjang hari. Jangan biarkan momen mustajab ini berlalu sia-sia hanya karena tergesa. Jadikan dzikir setelah sholat sebagai kebiasaan yang tak pernah kamu tinggalkan, agar setiap sholatmu ditutup dengan ampunan, ketenangan, dan keberkahan yang mengalir ke seluruh harimu.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Accordion responsif agar pembaca cepat menemukan jawaban.

Apakah dzikir setelah sholat harus dibaca dengan suara keras? +
Tidak harus. Membaca dengan suara lirih sudah mencukupi dan justru lebih dekat pada keikhlasan, selama hati ikut hadir menghayati maknanya. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan kehadiran hati, bukan kerasnya suara.
Bolehkah berdzikir setelah sholat sambil beraktivitas, misalnya menggendong anak? +
Boleh. Dzikir tidak mensyaratkan kondisi tertentu seperti sholat, sehingga seorang ibu tetap bisa berdzikir sambil menggendong atau menyusui anak. Namun jika memungkinkan, luangkan sejenak untuk berdzikir dengan tenang lebih dulu agar bacaannya lebih meresap.
Apakah wanita yang sedang haid boleh membaca dzikir setelah sholat? +
Wanita haid memang tidak sholat, tetapi tetap sangat dianjurkan memperbanyak dzikir seperti istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Dzikir-dzikir ini boleh dibaca kapan saja termasuk saat haid, karena bukan bagian dari sholat dan bukan tilawah mushaf.
Mana yang didahulukan, dzikir atau doa? +
Sunnahnya berdzikir terlebih dahulu, yaitu istighfar, tasbih, tahmid, takbir, ayat kursi, dan seterusnya, baru kemudian menutup dengan doa. Mengawali dengan pujian dan dzikir kepada Allah termasuk adab berdoa yang membuat doa lebih layak dikabulkan.
Apakah wajib membaca seluruh urutan dzikir tersebut? +
Tidak wajib, semuanya adalah amalan sunnah. Jika waktumu terbatas, kamu tetap mendapat keutamaan dengan membaca sebagiannya, misalnya istighfar dan tasbih-tahmid-takbir. Namun mengamalkan urutan lengkap tentu lebih utama dan lebih besar pahalanya.
Bagaimana cara berdzikir setelah sholat bagi muslimah yang sangat sibuk? +
Mulailah dari yang paling ringan dan jaga konsistensinya, karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang rutin walau sedikit. Manfaatkan alat bantu hitung seperti tasbih, sisipkan dzikir di sela aktivitas, dan tambah kuantitasnya sedikit demi sedikit hingga terbiasa dengan urutan lengkap.
Apakah boleh berdzikir menggunakan tasbih atau menghitung dengan jari? +
Keduanya boleh. Rasulullah mencontohkan menghitung dzikir dengan ruas jari tangan kanan, dan para sahabat juga terbukti menggunakan alat bantu seperti biji-bijian. Menggunakan tasbih diperbolehkan sebagai alat bantu hitung, selama tidak menjadikan hati lalai dari makna dzikir itu sendiri.
Apakah dzikir setelah sholat Subuh dan Maghrib ada tambahan khusus? +
Ya. Setelah sholat Subuh dan Maghrib dianjurkan menambah bacaan tertentu, di antaranya membaca 'Laa ilaaha illallaah...' sebanyak sepuluh kali, serta membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali. Waktu setelah Subuh juga utama untuk memperpanjang dzikir hingga matahari terbit.

Komentar

Komentar pembaca

Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar yang disetujui.