Doa qunut Subuh adalah doa yang dibaca setelah bangkit dari ruku (i'tidal) pada rakaat kedua sholat Subuh, sambil mengangkat kedua tangan, berisi permohonan petunjuk, kesehatan, dan perlindungan dari keburukan takdir. Mazhab Syafi'i dan Maliki menganjurkannya dibaca setiap Subuh, sementara mazhab Hanafi dan Hambali berpendapat qunut Subuh tidak disunnahkan kecuali saat ada musibah besar (qunut nazilah).
Doa qunut menjadi salah satu bacaan yang paling dikenal muslimah Indonesia karena rutin dibaca di sholat Subuh berjamaah, khususnya yang mengikuti mazhab Syafi'i. Namun tidak sedikit yang bertanya-tanya soal dalil dan hukumnya. Berikut penjelasan lengkap bacaan, cara, dan perbedaan pendapat ulama.
Bagaimana Bacaan Doa Qunut Subuh Arab, Latin, dan Artinya?
Doa qunut yang masyhur diajarkan berasal dari doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada cucunya Hasan bin Ali (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dinilai hasan oleh sebagian ulama hadis), dengan lafal: "Allahummahdini fiman hadait, wa 'afini fiman 'afait, wa tawallani fiman tawallait, wa barik li fima a'thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha 'alaik, wa innahu la yadzillu man walait, wa la ya'izzu man 'adait, tabarakta rabbana wa ta'alait." Artinya kurang lebih: "Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku kesehatan sebagaimana orang yang telah Engkau beri kesehatan, uruslah aku sebagaimana orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan, dan lindungilah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau tolong, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau ya Rabb kami, dan Maha Tinggi Engkau."
Kapan Doa Qunut Subuh Dibaca dalam Sholat?
- Rakaat kedua sholat Subuh, setelah membaca Al-Fatihah dan surat pendek.
- Ruku dan i'tidal (bangkit dari ruku) seperti biasa.
- Setelah i'tidal, sebelum sujud, angkat kedua tangan setinggi bahu atau dada, lalu baca doa qunut.
- Lanjutkan sujud seperti biasa setelah selesai membaca qunut.
Bagi yang sholat berjamaah dan imam membaca qunut, makmum dianjurkan mengaminkan bacaan imam sambil mengangkat tangan, meskipun makmum mengikuti mazhab yang tidak mensunnahkan qunut, sebagai bentuk mengikuti imam.
Apa Perbedaan Pendapat Ulama tentang Hukum Qunut Subuh?
| Mazhab | Pandangan tentang qunut Subuh |
|---|---|
| Syafi'i | Sunnah ab'ad (dianjurkan setiap Subuh); jika terlupa, dianjurkan sujud sahwi sebagai penggantinya |
| Maliki | Dianjurkan, namun dibaca pelan (sirr) dan sebelum ruku, berbeda posisi dengan mazhab Syafi'i |
| Hanafi | Tidak disunnahkan di Subuh; qunut hanya dianjurkan pada sholat Witir |
| Hambali | Tidak disunnahkan rutin, hanya dianjurkan saat qunut nazilah (musibah besar menimpa umat) |
Perbedaan ini murni masalah ijtihad (khilafiyah) karena perbedaan penilaian ulama terhadap hadis-hadis yang ada, bukan soal benar-salah mutlak. Muslimah boleh mengikuti kebiasaan mazhab yang dianut lingkungannya tanpa perlu mempermasalahkan perbedaan ini sebagai perpecahan.
Apakah Sholat Subuh Tetap Sah Tanpa Membaca Qunut?
Tetap sah. Qunut Subuh, menurut mazhab yang menganjurkannya sekalipun, berstatus sunnah, bukan rukun atau syarat sah sholat. Jika terlupa, mazhab Syafi'i menganjurkan menggantinya dengan sujud sahwi di akhir sholat, namun jika tidak dilakukan pun sholat tetap sah dan tidak perlu diulang. Muslimah yang mengikuti mazhab Hanafi atau Hambali juga tidak berdosa karena tidak membaca qunut, sebab itu memang bukan bagian dari sunnah dalam pandangan mazhab mereka.
Apakah Boleh Berpindah dari Kebiasaan Qunut ke Tidak Qunut atau Sebaliknya?
Boleh, selama dilakukan dengan pemahaman yang benar, bukan sekadar ikut-ikutan tanpa ilmu. Yang penting dijaga adalah sikap saling menghormati antar sesama muslim yang berbeda pendapat dalam masalah khilafiyah seperti ini, terutama saat sholat berjamaah di masjid yang mengikuti kebiasaan mazhab tertentu. Mengikuti imam yang membaca qunut saat berjamaah, meski pribadi terbiasa tidak qunut, termasuk sikap toleransi yang dianjurkan dalam fikih.
Apa Hikmah di Balik Doa Qunut Subuh?
- Momen berdoa di waktu mustajab, karena Subuh termasuk waktu yang penuh keberkahan dan disaksikan malaikat (QS Al-Isra: 78).
- Melatih ketergantungan penuh kepada Allah di awal hari sebelum memulai aktivitas.
- Isi doa yang komprehensif, mencakup permohonan petunjuk, kesehatan, perlindungan, dan keberkahan sekaligus.
- Pengingat harian bahwa segala ketetapan berada di tangan Allah semata.
Apakah Ada Qunut Selain di Sholat Subuh?
Ada. Qunut juga dibaca pada rakaat terakhir sholat Witir, khususnya di separuh kedua bulan Ramadhan menurut sebagian mazhab, serta qunut nazilah yang dibaca di sholat fardhu mana pun ketika umat Islam ditimpa musibah besar seperti bencana atau peperangan. Ketiga jenis qunut ini memiliki dalil dan konteks yang berbeda, meski lafal doanya bisa serupa.
Bagaimana Adab Membaca Doa Qunut yang Baik?
Doa qunut dibaca dengan suara pelan bagi yang sholat sendirian (munfarid), dan dengan suara jelas oleh imam saat berjamaah agar bisa diaminkan makmum. Sikap mengangkat tangan dilakukan dengan tenang, tidak berlebihan, dan hati dihadirkan penuh saat memohon petunjuk dan perlindungan kepada Allah. Kebiasaan menjaga doa dan dzikir di waktu Subuh ini bisa dilengkapi dengan rutin menjaga dzikir pagi dan petang setelahnya.
Apakah Boleh Menambahkan Doa Sendiri Setelah Qunut?
Boleh. Setelah membaca lafal qunut yang diajarkan Rasulullah ﷺ, seseorang boleh menambahkan permohonan pribadi sesuai kebutuhan, misalnya mendoakan kesembuhan keluarga, kelancaran rezeki, atau kemudahan urusan tertentu, selama tidak mengandung permintaan yang bertentangan dengan syariat. Sebagian ulama juga membolehkan menambahkan shalawat kepada Nabi ﷺ di akhir qunut sebagai penutup yang dianjurkan. Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa qunut bukan sekadar hafalan kaku, melainkan ruang bermunajat yang bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing muslimah, selama kerangka utama doanya tetap dijaga.
Bagaimana Menyikapi Perbedaan Kebiasaan Qunut di Lingkungan Sekitar?
Banyak muslimah tumbuh di lingkungan dengan kebiasaan mazhab tertentu, sehingga terbiasa qunut atau justru tidak pernah qunut sejak kecil. Ketika pindah domisili atau menikah dengan pasangan dari latar belakang mazhab berbeda, perbedaan ini kadang menimbulkan pertanyaan mana yang benar. Penting dipahami bahwa keduanya memiliki dasar dalil dan ulama yang mendukung, sehingga tidak perlu dijadikan sumber perselisihan dalam rumah tangga maupun pertemanan. Yang lebih penting adalah menjaga kekhusyukan sholat itu sendiri, karena esensi qunut adalah momen bermunajat kepada Allah, bukan sekadar simbol perbedaan kelompok.
Pembahasan lebih rinci tentang perbedaan pandangan empat mazhab terkait qunut Subuh dapat dibaca di NU Online: Perbedaan Pandangan Ulama Fiqih tentang Qunut Subuh.
Komentar
Komentar pembaca
Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.
Tinggalkan komentar