Artikel

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam bagi Muslimah

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. Kenali keutamaan menuntut ilmu — dimudahkan jalan ke surga, diangkat derajat, hingga menjadi amal jariah yang tak putus.

DA
By Dimas Agustav
19 Juli 2026
6 min read 165 views
Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam bagi Muslimah

Informasi

Published
19 Juli 2026
Reading time
6 min
Views
165

Wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad bukanlah perintah sholat atau puasa, melainkan satu kata yang mengguncang dunia: "Iqra!" — Bacalah! (QS. Al-'Alaq: 1). Ini bukan kebetulan. Islam menempatkan ilmu pada kedudukan yang begitu tinggi, karena dengan ilmulah seorang hamba mengenal Tuhannya, memahami agamanya, dan menjalani hidup dengan benar.

Bagi muslimah, menuntut ilmu bukan sekadar hak, melainkan kewajiban dan ibadah yang berpahala besar. Sayangnya, sebagian masih menganggap ilmu agama cukup dimiliki laki-laki, atau merasa pendidikan tinggi tak begitu penting bagi perempuan. Artikel ini akan menguraikan keutamaan menuntut ilmu dalam Islam, dalilnya, adab yang menyertainya, serta teladan para muslimah berilmu sepanjang sejarah.

Rasulullah bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." (HR. Ibnu Majah). Para ulama menegaskan bahwa kata "muslim" dalam hadits ini mencakup laki-laki dan perempuan. Ilmu yang wajib dituntut pertama kali adalah ilmu yang menegakkan ibadah dan akidah — seperti cara bersuci, sholat, dan mengenal Allah — barulah kemudian ilmu-ilmu lain yang bermanfaat.

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

1. Dimudahkan Jalan Menuju Surga

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim). Setiap langkah menuju majelis ilmu, setiap menit belajar, adalah tabungan yang mendekatkan pada surga.

2. Diangkat Derajatnya oleh Allah

Allah berfirman, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadalah: 11). Ilmu mengangkat kedudukan seseorang, baik di sisi Allah maupun di tengah masyarakat.

3. Ilmu adalah Warisan Para Nabi

Rasulullah bersabda, "Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu." (HR. Abu Dawud & Tirmidzi). Dengan menuntut ilmu, seorang muslimah mewarisi sesuatu yang jauh lebih berharga daripada harta.

4. Dinaungi Malaikat dan Dimintakan Ampun oleh Seluruh Makhluk

Rasulullah bersabda bahwa malaikat membentangkan sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu, dan seluruh makhluk di langit dan bumi, bahkan ikan di lautan, memohonkan ampun untuk orang berilmu (HR. Abu Dawud & Tirmidzi). Betapa mulianya kedudukan penuntut ilmu di alam semesta.

5. Menjadi Amal Jariah yang Tak Terputus

Rasulullah bersabda, "Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim). Ilmu yang kamu ajarkan kepada anak dan orang lain akan terus mengalirkan pahala meski kamu telah tiada.

6. Tanda Kebaikan dari Allah

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah pahamkan ia dalam urusan agama." (HR. Bukhari & Muslim). Kemauan dan kemudahan untuk memahami ilmu agama adalah pertanda Allah menghendaki kebaikan bagimu.

7. Ilmu Menjaga Pemiliknya

Ada ungkapan masyhur dari Imam Ali: "Ilmu itu menjagamu, sedangkan harta engkaulah yang menjaganya." Ilmu membimbing muslimah membedakan yang halal dan haram, benar dan salah, serta melindunginya dari kesesatan dan penipuan.

Mengapa Ilmu Sangat Penting bagi Muslimah?

Seorang muslimah kelak berperan besar sebagai madrasatul ula — sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ibu yang berilmu akan mendidik generasi yang berilmu. Selain itu, ilmu memampukan muslimah menjalankan ibadah dengan benar, menjaga diri di tengah arus informasi, mengambil keputusan yang bijak, serta berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat. Ilmu dunia yang bermanfaat (seperti kedokteran, pendidikan, ekonomi) pun bernilai ibadah bila diniatkan untuk kebaikan.

Teladan Muslimah Berilmu dalam Sejarah

Islam mencatat banyak muslimah yang cemerlang dalam ilmu. Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha adalah rujukan utama para sahabat dalam hadits, fikih, dan tafsir; ribuan hadits diriwayatkan darinya. Ummu Salamah, Hafshah, dan banyak sahabiyah lain turut menjadi periwayat dan guru. Di generasi berikutnya, muncul ulama perempuan seperti Fatimah al-Fihri yang mendirikan Universitas Al-Qarawiyyin — salah satu universitas tertua di dunia. Mereka membuktikan bahwa muslimah dan ilmu adalah pasangan yang telah menorehkan sejarah gemilang.

Adab Menuntut Ilmu

AdabPenjelasan
Meluruskan niatMenuntut ilmu karena Allah, bukan sekadar gelar atau pujian
Berdoa memohon ilmu bermanfaat"Rabbi zidnii 'ilmaa" — Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku
Menghormati guruSopan, rendah hati, dan sabar dalam belajar
Mengamalkan ilmuIlmu tanpa amal bagai pohon tanpa buah
Menyebarkan ilmuMengajarkan kembali agar menjadi amal jariah

Doa Memohon Tambahan Ilmu

Arab: رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Latin: Rabbi zidnii 'ilmaa.

Artinya: "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku." (QS. Thaha: 114)

Ilmu yang Bermanfaat vs Ilmu yang Tidak Bermanfaat

Tidak semua ilmu bernilai sama. Rasulullah bahkan berlindung dari "ilmu yang tidak bermanfaat" (HR. Muslim). Ilmu yang bermanfaat adalah yang mendekatkan pemiliknya kepada Allah, membuahkan amal saleh, dan berguna bagi sesama. Ilmu bermanfaat membuat seseorang semakin rendah hati, takut kepada Allah, dan giat beramal. Sebaliknya, ilmu yang hanya menambah kesombongan, atau ilmu yang digunakan untuk keburukan, kehilangan keberkahannya. Karena itu, luruskan niat dan pilih ilmu yang membawa manfaat dunia dan akhirat.

Semangat Menuntut Ilmu Para Ulama

Sejarah Islam dipenuhi kisah pengorbanan luar biasa demi ilmu. Imam Bukhari menempuh perjalanan ribuan kilometer, dari satu negeri ke negeri lain, hanya untuk memverifikasi satu hadits. Para ulama rela hidup sederhana, begadang menyalin kitab, dan menempuh jarak jauh demi bertemu guru. Semangat ini menular hingga ke para muslimah: banyak dari mereka menghadiri majelis ilmu, mencatat, dan meriwayatkan hadits dengan teliti. Teladan ini mengajarkan bahwa ilmu sejati menuntut kesungguhan dan kesabaran — dan hasilnya sepadan dengan pengorbanannya.

  • Manfaatkan kajian online dari ustadz/ustadzah terpercaya lewat rekaman atau siaran langsung.
  • Sisipkan belajar di waktu luang — mendengar kajian saat memasak atau dalam perjalanan.
  • Pilih sumber yang kredibel dan hati-hati terhadap informasi agama tanpa sanad yang jelas.
  • Ikut kelas rutin agar belajar terstruktur dan ada pembimbing untuk bertanya.
  • Catat dan amalkan — ilmu yang dicatat dan langsung dipraktikkan lebih melekat.

Kemudahan akses ilmu hari ini adalah nikmat besar. Muslimah masa kini bisa belajar agama sekaligus ilmu dunia tanpa meninggalkan tanggung jawab rumah tangga, asalkan pandai mengatur waktu dan meluruskan niat.

Ilmu adalah Cahaya yang Menuntun Sepanjang Hidup

Ketika seorang muslimah berilmu, ia tidak mudah tertipu, tidak gampang goyah oleh keraguan, dan mampu membimbing dirinya serta keluarganya di jalan yang benar. Ilmu menjadi kompas saat menghadapi persoalan hidup, penerang saat gelap keraguan datang, dan bekal yang tak akan hilang dicuri atau habis dibelanjakan. Investasi terbaik seorang muslimah adalah pada ilmu yang bermanfaat — karena ia menjaga pemiliknya di dunia dan menjadi saksi kebaikan di akhirat.

Penutup

Menuntut ilmu adalah perjalanan seumur hidup yang tak mengenal usia maupun batasan gender. Dengan ilmu, seorang muslimah mengenal Tuhannya lebih dekat, menjalani hidup dengan benar, mendidik generasi yang lebih baik, dan menanam amal jariah yang tak terputus. Jangan pernah merasa terlambat atau tidak pantas untuk belajar. Mulailah dari ilmu yang menegakkan ibadahmu, luruskan niat karena Allah, dan panjatkan "Rabbi zidnii 'ilmaa" — semoga Allah memberkahi setiap langkahmu dalam menuntut ilmu.

Baca juga: 5 Muslimah Sukses Dunia yang Mengubah Sejarah dengan Kekuatan Iman, Keutamaan Sedekah dalam Islam, Amalan Hari Jumat untuk Muslimah.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Accordion responsif agar pembaca cepat menemukan jawaban.

Apakah menuntut ilmu wajib bagi muslimah? +
Ya. Rasulullah bersabda, 'Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim' (HR. Ibnu Majah), dan para ulama menegaskan kata 'muslim' di sini mencakup laki-laki dan perempuan. Ilmu yang wajib dituntut pertama adalah ilmu yang menegakkan ibadah dan akidah, seperti cara bersuci, sholat, dan mengenal Allah, kemudian ilmu-ilmu lain yang bermanfaat.
Apa keutamaan terbesar menuntut ilmu dalam Islam? +
Salah satu keutamaan terbesar adalah dimudahkannya jalan menuju surga, sebagaimana sabda Rasulullah: 'Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga' (HR. Muslim). Selain itu, penuntut ilmu diangkat derajatnya (QS. Al-Mujadalah: 11), menjadi pewaris para nabi, dan dinaungi para malaikat.
Apakah ilmu umum (bukan agama) juga bernilai ibadah? +
Ya, selama diniatkan untuk kebaikan dan bermanfaat. Ilmu seperti kedokteran, pendidikan, ekonomi, dan teknologi termasuk fardhu kifayah yang dibutuhkan umat. Bila dituntut dengan niat karena Allah dan untuk memberi manfaat bagi keluarga serta masyarakat, ilmu umum pun bernilai ibadah. Yang terpenting adalah meluruskan niat dan tidak melanggar syariat dalam prosesnya.
Mengapa menuntut ilmu penting bagi seorang ibu? +
Seorang ibu adalah madrasatul ula, sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ibu yang berilmu akan mendidik generasi yang berilmu dan berakhlak. Ilmu juga memampukan ibu menjalankan ibadah dengan benar, mengambil keputusan bijak dalam rumah tangga, menjaga keluarga dari kesesatan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini kepada anak-anaknya.
Bagaimana ilmu bisa menjadi amal jariah? +
Rasulullah bersabda bahwa ketika manusia meninggal, amalnya terputus kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya (HR. Muslim). Ilmu yang kamu ajarkan kepada anak, murid, atau siapa pun akan terus mengalirkan pahala meski kamu telah tiada, selama ilmu itu terus diamalkan dan disebarkan.
Siapa teladan muslimah berilmu dalam sejarah Islam? +
Aisyah binti Abu Bakar adalah teladan utama; beliau menjadi rujukan para sahabat dalam hadits, fikih, dan tafsir, dengan ribuan hadits diriwayatkan darinya. Ada pula Ummu Salamah, Hafshah, dan banyak sahabiyah lain. Di generasi berikutnya, Fatimah al-Fihri mendirikan Universitas Al-Qarawiyyin, salah satu universitas tertua di dunia. Mereka membuktikan muslimah bisa cemerlang dalam ilmu.
Apa adab yang harus diperhatikan saat menuntut ilmu? +
Adab menuntut ilmu meliputi: meluruskan niat karena Allah bukan sekadar gelar atau pujian, berdoa memohon ilmu bermanfaat, menghormati guru dengan sikap sopan dan rendah hati, sabar dalam proses belajar, mengamalkan ilmu yang didapat, serta menyebarkannya kepada orang lain. Ilmu tanpa amal diibaratkan pohon tanpa buah, sehingga mengamalkannya sangat penting.
Apa doa yang diajarkan untuk memohon tambahan ilmu? +
Doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an adalah 'Rabbi zidnii 'ilmaa' yang artinya 'Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku' (QS. Thaha: 114). Doa ini bisa diamalkan sebelum belajar, membaca, atau menghadiri majelis ilmu. Memohon tambahan ilmu yang bermanfaat menunjukkan kerendahan hati dan ketergantungan seorang penuntut ilmu kepada Allah sebagai sumber segala ilmu.

Komentar

Komentar pembaca

Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar yang disetujui.