Artikel

Sayyidul Istighfar: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan

Bacaan Sayyidul Istighfar lengkap Arab, latin, dan artinya, beserta keutamaan sahih dari riwayat Bukhari dan waktu terbaik membacanya.

DA
By Dimas Agustav
24 Juli 2026
6 min read 70 views
Sayyidul Istighfar: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan

Informasi

Published
24 Juli 2026
Reading time
6 min
Views
70

Jawaban singkat: Sayyidul Istighfar adalah penghulu istighfar, diawali Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduk hingga faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta. Riwayat Bukhari menyebut, siapa membacanya dengan penuh keyakinan di pagi hari lalu wafat sebelum petang, ia termasuk penghuni surga. Waktu terbaiknya pagi dan petang.

Di antara banyak lafal istighfar, ada satu yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri sebut sebagai sayyid, yaitu penghulu atau pemimpinnya. Namanya Sayyidul Istighfar. Keistimewaannya bukan pada panjang lafalnya, melainkan pada kelengkapan maknanya: dalam satu doa terkumpul pengakuan tauhid, pengakuan sebagai hamba, pengakuan atas nikmat, dan pengakuan atas dosa.

Tulisan ini melengkapi pembahasan keutamaan istighfar. Jika tulisan itu menjelaskan mengapa istighfar begitu dahsyat, tulisan ini memberi Anda satu lafal terbaik untuk diamalkan, lengkap dengan cara dan waktunya.

Bagaimana Bacaan Sayyidul Istighfar?

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

"Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam ikatan janji setia kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, sebab tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau."

HR. Bukhari no. 6306, dari Syaddad bin Aus

Apa Keutamaan Sayyidul Istighfar?

Keutamaannya disebutkan langsung oleh Rasulullah dalam hadis yang sama, dan derajatnya sahih:

"Barangsiapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal pada hari itu sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga."

HR. Bukhari

Perhatikan satu syarat penting dalam hadis ini: mūqinan bihā, yakni dengan penuh keyakinan. Keutamaan besar itu tidak melekat pada gerak bibir semata, melainkan pada hati yang benar-benar meyakini setiap kalimat yang diucapkan. Inilah mengapa memahami maknanya menjadi begitu penting.

Kenapa Disebut Penghulu Istighfar?

Disebut penghulu karena lafal ini merangkum seluruh adab meminta ampun dalam satu rangkaian. Mari kita bedah per bagian agar Anda membacanya dengan sadar, bukan sekadar hafal.

PenggalanMakna dan kandungan
Anta rabbii laa ilaaha illaa antaPengakuan tauhid, bahwa hanya Allah Tuhan yang berhak disembah
Khalaqtanii wa anaa 'abdukPengakuan sebagai makhluk dan hamba yang tunduk
Wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tuJanji setia untuk taat sesuai kemampuan, tanpa berlebihan menjanjikan
A'uudzu bika min syarri maa shana'tuBerlindung dari akibat buruk perbuatan sendiri
Abuu-u laka bini'matika 'alayyaMengakui bahwa segala nikmat datang dari Allah
Wa abuu-u bidzanbiiMengakui dosa dengan jujur, tanpa berdalih
Faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa antaMemohon ampun sambil mengakui hanya Allah yang mampu mengampuni

Kapan Waktu Terbaik Membaca Sayyidul Istighfar?

Berdasarkan bunyi hadisnya, waktu utamanya adalah pagi dan petang, sehingga lafal ini menjadi bagian tetap dari dzikir pagi dan petang. Rinciannya:

  1. Pagi hari, dibaca sekali setelah sholat Subuh hingga sebelum matahari meninggi.
  2. Petang hari, dibaca sekali setelah sholat Ashar hingga menjelang Maghrib.
  3. Boleh ditambah pada waktu lain kapan pun, karena istighfar tidak dibatasi. Namun cukup sekali di pagi dan sekali di petang untuk meraih keutamaan khusus dalam hadisnya.

Selain waktu khusus ini, memperbanyak istighfar di sepertiga malam terakhir dan seusai sholat fardhu juga sangat dianjurkan, sebagaimana dibahas di doa dan dzikir setelah sholat fardhu.

Bagaimana Rasulullah Mengajarkan Sayyidul Istighfar?

Sahabat Syaddad bin Aus meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan doa ini dengan menyebutnya sebagai sayyidul istighfar, penghulu istighfar. Penyebutan "penghulu" oleh Nabi sendiri menunjukkan bahwa doa ini bukan sekadar salah satu lafal, melainkan yang paling utama di antara semua lafal permohonan ampun. Beliau lalu menyebutkan keutamaan besarnya bagi siapa yang membacanya dengan penuh keyakinan di pagi maupun petang.

Yang menarik, Rasulullah adalah orang yang paling dijamin ampunannya, namun beliau tetap mengajarkan dan mencontohkan istighfar. Dalam riwayat lain beliau menyebut beristighfar lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari. Ini menegaskan bahwa istighfar bukan tanda banyaknya dosa, melainkan tanda kedekatan dan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Apa Manfaat Istighfar bagi Kehidupan Muslimah?

Istighfar bukan hanya menghapus dosa. Al-Quran dan sunnah menyebut beberapa dampak nyatanya:

  • Membuka jalan keluar dan rezeki. Dalam QS. Nuh ayat 10 sampai 12, istighfar dijanjikan mendatangkan hujan, harta, dan keturunan. Ibnu Abbas menjelaskan, siapa merutinkan istighfar, Allah memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan dan rezeki dari arah tak terduga.
  • Menghadirkan ketenangan hati. Dosa yang menumpuk membuat hati gelisah dan sempit. Istighfar membersihkannya, sehingga hati kembali lapang dan tenang.
  • Menjadi sebab dicintai Allah. Allah mencintai orang-orang yang banyak bertaubat, sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah ayat 222.

Bagi muslimah yang menjalani hari penuh peran, di rumah maupun di tempat kerja, dua kali istighfar yang tulus di pagi dan petang bisa menjadi jeda yang menata ulang hati sebelum dan sesudah menjalani kesibukan.

Apa Kesalahan Umum saat Beristighfar?

  • Istighfar di lisan tanpa taubat di hati. Ucapan "astaghfirullah" tidak sempurna tanpa penyesalan dan tekad meninggalkan dosa.
  • Mengulang cepat tanpa memaknai. Sekali istighfar yang hadir hatinya lebih baik daripada ratusan kali yang kosong.
  • Meremehkan dosa kecil. Dosa kecil yang dianggap sepele bila menumpuk bisa membinasakan, sebagaimana peringatan Rasulullah.
  • Beristighfar sambil terus mempertahankan kemaksiatan tanpa niat berhenti sama sekali. Taubat menuntut kejujuran, bukan sekadar formalitas.

Bagaimana Cara Mengamalkannya agar Konsisten?

  1. Tempelkan pada sholat. Jadikan ia dzikir tetap setelah Subuh dan Ashar agar tidak lupa.
  2. Baca dari teks dulu. Tidak apa-apa membaca dari catatan atau ponsel sampai hafal, yang penting maknanya hadir.
  3. Hadirkan hati pada tiga pengakuan. Nikmat dari Allah, dosa dari diri sendiri, ampunan hanya milik Allah.
  4. Mulai dari sekali. Satu kali dengan keyakinan jauh lebih baik daripada berkali-kali dengan lisan yang kosong.

Istighfar bukan sekadar penghapus dosa. Ia juga pembuka jalan keluar dan rezeki, sebagaimana janji Allah dalam surat Nuh. Ketika Anda membiasakan Sayyidul Istighfar setiap pagi dan petang, Anda sedang merawat hubungan dengan Allah dengan lafal terbaik yang pernah diajarkan Nabi.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Accordion responsif agar pembaca cepat menemukan jawaban.

Apa bacaan Sayyidul Istighfar? +
Bacaannya adalah Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa abduka wa anaa alaa ahdika wa wa dika mastatha tu a uudzu bika min syarri maa shana tu abuu u laka bini matika alayya wa abuu u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta. Artinya pengakuan bahwa Allah satu-satunya Tuhan, pengakuan sebagai hamba, pengakuan atas nikmat dan dosa, lalu memohon ampun karena hanya Allah yang mengampuni.
Apa keutamaan membaca Sayyidul Istighfar? +
Dalam riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda bahwa siapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu wafat pada hari itu sebelum petang maka ia termasuk penghuni surga, dan siapa membacanya di malam hari dengan yakin lalu wafat sebelum pagi maka ia juga penghuni surga. Syarat pentingnya adalah dibaca dengan penuh keyakinan di hati, bukan sekadar di lisan.
Kenapa disebut Sayyidul Istighfar atau penghulu istighfar? +
Disebut penghulu istighfar karena lafal ini merangkum seluruh adab meminta ampun dalam satu rangkaian, yaitu pengakuan tauhid bahwa hanya Allah Tuhan yang berhak disembah, pengakuan sebagai hamba, janji setia untuk taat semampunya, pengakuan bahwa segala nikmat dari Allah, pengakuan dosa dengan jujur, dan permohonan ampun sambil mengakui hanya Allah yang mampu mengampuni. Kelengkapan makna inilah yang membuatnya unggul.
Kapan waktu terbaik membaca Sayyidul Istighfar? +
Waktu utamanya pagi dan petang sesuai bunyi hadisnya, yaitu sekali setelah sholat Subuh hingga matahari meninggi dan sekali setelah sholat Ashar hingga menjelang Maghrib. Karena itu lafal ini menjadi bagian tetap dari dzikir pagi dan petang. Boleh juga dibaca pada waktu lain kapan pun karena istighfar tidak dibatasi, namun keutamaan khusus dalam hadisnya terkait dengan waktu pagi dan petang.
Berapa kali Sayyidul Istighfar dibaca? +
Cukup sekali di pagi hari dan sekali di petang hari untuk meraih keutamaan yang disebut dalam hadis Bukhari. Tidak ada tuntunan jumlah tertentu yang lebih dari itu. Membaca sekali dengan penuh keyakinan dan pemahaman makna jauh lebih utama daripada mengulangnya banyak kali tanpa kehadiran hati. Yang menjadi syarat keutamaan adalah keyakinan, bukan banyaknya hitungan.
Apakah Sayyidul Istighfar hadisnya sahih? +
Ya, sahih. Sayyidul Istighfar diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya nomor 6306 dari sahabat Syaddad bin Aus. Berbeda dengan sebagian lafal dzikir yang sanadnya lemah, keutamaan dan teks Sayyidul Istighfar berasal dari riwayat yang paling tinggi derajatnya, sehingga Anda dapat mengamalkannya dengan tenang tanpa keraguan tentang sumbernya.
Apa syarat agar mendapat keutamaan Sayyidul Istighfar? +
Syarat yang disebut langsung dalam hadis adalah muuqinan bihaa, yaitu membacanya dengan penuh keyakinan. Keutamaan masuk surga tidak melekat pada gerak bibir semata melainkan pada hati yang meyakini setiap kalimatnya, mulai dari keyakinan tauhid sampai keyakinan bahwa hanya Allah yang mengampuni dosa. Inilah mengapa memahami maknanya menjadi bagian penting dari pengamalannya.
Apakah wanita haid boleh membaca Sayyidul Istighfar? +
Boleh. Sayyidul Istighfar adalah doa dan dzikir, bukan bacaan Al-Quran yang diperselisihkan hukumnya bagi wanita haid. Wanita yang sedang haid tetap dianjurkan berdzikir, beristighfar, bersholawat, dan berdoa, termasuk membaca Sayyidul Istighfar di pagi dan petang. Justru menjaga dzikir di masa haid adalah cara agar hubungan dengan Allah tetap terpelihara meskipun sedang tidak sholat.

Komentar

Komentar pembaca

Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar yang disetujui.