Setiap muslimah yang mulai berhijab pasti pernah bertanya: sebenarnya seperti apa hijab yang benar itu? Di satu sisi ada yang bilang asal kepala tertutup sudah cukup. Di sisi lain ada yang menuntut harus serba lebar dan hitam. Kebingungan ini membuat banyak muslimah ragu — merasa hijabnya "belum syar'i", tapi tak tahu persis apa yang kurang.
Sebenarnya Islam sudah memberi kriteria yang jelas dan terukur. Hijab syar'i bukan soal merek, harga, atau seberapa lebar kain yang kamu pakai, melainkan tentang terpenuhinya syarat-syarat yang ditetapkan Al-Qur'an dan sunnah. Artikel ini membahas 8 syarat hijab syar'i beserta dalilnya, plus cara menerapkannya secara bertahap tanpa merasa terbebani.
Apa Itu Hijab Syar'i?
Kata hijab secara bahasa berarti penutup atau pembatas. Dalam istilah syariat, hijab merujuk pada pakaian yang menutup aurat perempuan sesuai ketentuan agama. Sedangkan syar'i berarti sesuai dengan syariat. Jadi hijab syar'i adalah pakaian muslimah yang memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya — bukan sekadar kain yang menutupi rambut.
Baca juga:
Penting dipahami bahwa hijab dalam Al-Qur'an disebut dengan dua istilah yang berbeda fungsinya:
- Khimar — kerudung penutup kepala yang dijulurkan hingga menutup dada (QS. An-Nur: 31).
- Jilbab — pakaian luar longgar yang menutupi tubuh secara keseluruhan (QS. Al-Ahzab: 59).
Keduanya saling melengkapi. Inilah sebabnya berhijab syar'i tidak cukup dengan kerudung saja, tetapi juga menyangkut pakaian yang dikenakan seluruhnya.
Dalil Kewajiban Berhijab
Perintah berhijab disebutkan secara eksplisit dalam dua ayat utama:
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya..." (QS. An-Nur: 31)
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu..." (QS. Al-Ahzab: 59)
Perhatikan alasan yang Allah sebutkan di akhir ayat kedua: "agar mereka lebih mudah dikenali sehingga tidak diganggu." Hijab bukan kurungan, melainkan tanda kehormatan dan bentuk perlindungan.
8 Syarat Hijab Syar'i Menurut Islam
1. Menutup Seluruh Aurat
Menurut jumhur (mayoritas) ulama, aurat perempuan di hadapan laki-laki yang bukan mahram adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Ini berarti rambut, leher, telinga, dada, lengan, hingga kaki harus tertutup. Bagian yang paling sering terlewat adalah bagian belakang leher dan area dada ketika kerudung hanya dililitkan ke belakang.
2. Longgar dan Tidak Membentuk Lekuk Tubuh
Pakaian yang ketat tetap menampakkan bentuk tubuh meskipun secara teknis kulit sudah tertutup. Rasulullah memperingatkan tentang perempuan yang "berpakaian tetapi telanjang" (HR. Muslim) — salah satu tafsirnya adalah mereka yang memakai pakaian ketat sehingga lekuk tubuhnya tetap terlihat. Pilih potongan yang jatuh mengikuti kain, bukan mengikuti badan.
3. Tebal dan Tidak Menerawang
Bahan yang tipis membuat warna kulit atau pakaian dalam masih terlihat, sehingga fungsi menutup aurat tidak tercapai. Uji sederhana: pakai di depan cahaya terang atau foto dengan flash. Jika siluet tubuh atau warna kulit tampak, tambahkan lapisan dalam (inner) atau ganti bahannya.
4. Tidak Menjadi Perhiasan yang Mencolok (Tabarruj)
Allah berfirman, "...dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu." (QS. Al-Ahzab: 33). Hijab yang dirancang justru untuk menarik perhatian — penuh payet berkilau, aksesori berlebihan, atau model ekstravagan — bertentangan dengan tujuan hijab itu sendiri. Ini bukan berarti hijab harus kusam; warna cerah tetap boleh selama tidak dimaksudkan untuk memancing pandangan.
5. Tidak Diberi Wewangian yang Menyengat
Rasulullah bersabda, "Perempuan mana pun yang memakai wewangian lalu melewati suatu kaum agar mereka mencium harumnya, maka ia adalah pezina." (HR. An-Nasa'i, dihasankan). Larangan ini berlaku untuk parfum kuat yang sengaja disebarkan di ruang publik. Wangi sabun, deodoran, atau parfum lembut untuk menjaga kebersihan diri tidak termasuk dalam larangan ini.
6. Tidak Menyerupai Pakaian Laki-laki
Rasulullah melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan (HR. Bukhari). Muslimah tetap berpakaian dengan ciri khas kewanitaannya — anggun dan terhormat, bukan meniru gaya berpakaian pria.
7. Tidak Menyerupai Pakaian Khas Non-Muslim
Yang dimaksud adalah pakaian yang menjadi simbol keagamaan atau identitas ritual agama lain. Pakaian umum seperti kemeja, rok, atau blazer tidak termasuk kategori ini karena sudah menjadi busana lintas budaya.
8. Bukan Pakaian Kesombongan (Libas Syuhrah)
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa memakai pakaian syuhrah (untuk pamer) di dunia, Allah akan memakaikan pakaian kehinaan padanya di hari kiamat." (HR. Abu Dawud). Ini mencakup pakaian yang sengaja dipakai untuk menyombongkan kemewahan — maupun sebaliknya, pakaian lusuh yang dipakai untuk pamer kezuhudan.
Tabel Ringkas: Hijab Syar'i vs Hijab yang Belum Memenuhi Syarat
| Aspek | Sudah Syar'i | Belum Memenuhi Syarat |
|---|---|---|
| Panjang kerudung | Menutup dada | Hanya sampai leher / dililit ke belakang |
| Potongan pakaian | Longgar, tidak membentuk badan | Ketat, press body, legging tanpa penutup |
| Bahan | Tebal, tidak tembus pandang | Sifon tipis tanpa lapisan dalam |
| Hiasan | Sederhana, wajar | Payet berkilau, aksesori mencolok |
| Bagian kaki | Tertutup kaus kaki / rok panjang | Celana crop, mata kaki terbuka |
Kesalahan Umum dalam Berhijab
- Kerudung tipis tanpa inner sehingga rambut masih membayang.
- Memakai gamis longgar tapi kerudung pendek yang tidak menutup dada.
- Punuk unta — menggulung rambut tinggi di belakang kepala hingga membentuk gundukan, yang secara khusus disebut dalam hadits riwayat Muslim.
- Lengan tersingkap saat beraktivitas karena potongan lengan terlalu pendek atau melar.
- Berhijab hanya di tempat tertentu, misalnya lepas hijab saat foto atau di lingkungan yang dianggap "aman".
Berhijab Syar'i Secara Bertahap
Bagi yang baru memulai, mengubah seluruh isi lemari sekaligus terasa berat — dan Islam tidak menuntut demikian. Yang penting adalah niat yang lurus dan langkah yang konsisten. Berikut tahapan yang realistis:
- Bulan 1: Pastikan kerudung sudah menutup dada dan tidak menerawang. Tambahkan inner jika perlu.
- Bulan 2: Ganti atasan ketat dengan potongan yang lebih longgar dan menutupi pinggul.
- Bulan 3: Perhatikan bagian bawah — pastikan kaki tertutup sempurna saat duduk maupun berjalan.
- Selanjutnya: Kurangi aksesori mencolok dan parfum menyengat untuk aktivitas di luar rumah.
Jangan biarkan rasa "belum sempurna" membuatmu berhenti. Hijrah adalah proses, dan setiap langkah kecil dicatat Allah. Baca juga panduan kami tentang cara menjadi wanita sholehah untuk melengkapi perjalanan ini.
Menjawab Keraguan yang Sering Muncul
"Aku belum baik akhlaknya, pantaskah berhijab?" Hijab dan akhlak adalah dua kewajiban yang berjalan bersamaan, bukan berurutan. Menunda hijab sampai merasa "cukup baik" berarti menunda satu kewajiban demi kewajiban lain — padahal keduanya bisa diperbaiki bersamaan.
"Lingkungan kerjaku tidak mendukung." Banyak muslimah membuktikan bahwa profesionalisme dan hijab bisa berjalan beriringan. Simak pengalaman di artikel muslimah karir tanpa kehilangan identitas Islam.
"Aku takut tidak percaya diri." Rasa itu wajar di awal dan biasanya memudar seiring waktu. Kepercayaan diri yang bersumber dari identitas keimanan justru lebih kokoh daripada yang bersumber dari penampilan.
Penutup: Hijab Adalah Mahkota, Bukan Beban
Delapan syarat di atas bukan daftar untuk menghakimi diri sendiri atau orang lain, melainkan peta jalan menuju hijab yang benar. Allah tidak menuntut kesempurnaan seketika; Dia menuntut kesungguhan. Mulailah dari syarat yang paling mudah kamu penuhi hari ini, lalu tambahkan satu per satu. Setiap helai kain yang kamu kenakan karena Allah adalah amal yang terus mengalir pahalanya selama kamu memakainya — sebuah investasi diam-diam yang jarang disadari betapa besarnya.
Komentar
Komentar pembaca
Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.
Tinggalkan komentar