Artikel

Niat Puasa Qadha Ramadhan: Bacaan, Waktu, dan Batasnya

Panduan lengkap membayar utang puasa bagi muslimah, dari lafal niat, syarat niat di malam hari, sampai hukum bila terlanjur terlambat bertahun-tahun.

DA
By Dimas Agustav
23 Juli 2026
7 min read 115 views
Niat Puasa Qadha Ramadhan: Bacaan, Waktu, dan Batasnya

Informasi

Published
23 Juli 2026
Reading time
7 min
Views
115

Jawaban singkat: Niat puasa qadha Ramadhan wajib dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Lafalnya: Nawaitu shauma ghadin an qadhaa-i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta'aalaa. Batas akhir membayarnya adalah sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Puasanya tidak harus berurutan dan boleh dicicil kapan saja di luar hari yang diharamkan berpuasa.

Ada satu kesalahan yang sangat sering terjadi dan hampir tidak pernah dibahas artikel-artikel populer tentang qadha puasa. Seseorang bangun pagi, teringat masih punya utang puasa, lalu memutuskan berpuasa hari itu juga sejak pukul tujuh pagi karena belum makan apa-apa.

Puasanya sah sebagai puasa sunnah. Tetapi menurut jumhur ulama, puasa itu tidak terhitung sebagai pembayar utang Ramadhan, karena niat untuk puasa wajib harus sudah ada sejak malam sebelum fajar. Seharian menahan lapar, tetapi utangnya masih utuh.

Karena itu tulisan ini dimulai dari niat, bukan dari tata cara. Bagi muslimah, ini bukan pembahasan sesekali. Setiap tahun kita meninggalkan sekitar enam sampai sepuluh hari puasa karena haid, dan semuanya wajib diganti. Rinciannya bisa dilihat di yang boleh dan tidak boleh dilakukan wanita saat haid.

Siapa yang Wajib Mengqadha Puasa Ramadhan?

Perintahnya datang langsung dari Al-Quran:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Faman kaana minkum mariidhan au alaa safarin fa iddatum min ayyaamin ukhar
"Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain."

QS. Al-Baqarah: 184

Dari ayat ini dan hadis-hadis pendukungnya, para ulama merinci siapa saja yang wajib qadha:

KondisiKewajiban
Haid dan nifasWajib qadha puasa, dan tidak perlu mengqadha sholat
Sakit yang diharapkan sembuhWajib qadha setelah sembuh
MusafirWajib qadha setelah kembali
Sakit menahun yang tidak diharapkan sembuhTidak qadha, tetapi membayar fidyah
Lansia yang sudah tidak sanggup berpuasaTidak qadha, tetapi membayar fidyah
Hamil dan menyusuiAda perbedaan pendapat, dijelaskan di bawah

Perhatikan baris pertama. Inilah salah satu bentuk keringanan yang sering luput disyukuri: sholat yang ditinggalkan selama haid tidak perlu diganti sama sekali, padahal jumlahnya jauh lebih banyak. Yang wajib diganti hanya puasanya. Aisyah menjelaskan bahwa mereka diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha sholat, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.

Bagaimana Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan?

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin an qadhaa-i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta'aalaa
"Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengqadha kewajiban puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Sebagaimana ibadah lain, tempat niat adalah hati. Melafalkannya membantu menghadirkan kesadaran, tetapi tidak melafalkannya tidak membatalkan apa pun. Yang menentukan adalah adanya tekad di hati bahwa besok Anda berpuasa untuk membayar utang Ramadhan.

Kapan Niat Puasa Qadha Harus Dilakukan?

Ini bagian terpentingnya. Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya."

HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasai

Jumhur ulama memahami hadis ini berlaku khusus untuk puasa wajib, termasuk qadha Ramadhan, nazar, dan kafarat. Konsekuensinya:

  • Niat harus sudah ada di antara terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Boleh diniatkan setelah Maghrib, setelah Isya, saat mau tidur, atau saat sahur. Semuanya masuk rentang malam.
  • Niat setelah terbit fajar tidak sah untuk puasa wajib, meskipun Anda belum makan dan minum sedikit pun.
  • Untuk puasa sunnah, aturannya berbeda dan lebih longgar. Niat boleh dilakukan pada siang hari selama belum makan, minum, dan melakukan pembatal lainnya, sebagaimana riwayat Aisyah dalam Sahih Muslim. Karena itulah puasa Senin Kamis boleh diniatkan mendadak, tetapi qadha tidak.

Saran praktisnya: begitu Anda memutuskan besok akan qadha, niatkan malam itu juga sebelum tidur. Jangan digantung sampai bangun sahur, karena risiko kesiangan itu nyata.

Sampai Kapan Batas Membayar Utang Puasa?

Batasnya adalah sebelum masuk Ramadhan berikutnya. Artinya Anda punya rentang sekitar sebelas bulan. Dasarnya adalah keterangan Aisyah bahwa beliau memiliki utang puasa Ramadhan dan tidak sanggup mengqadhanya kecuali pada bulan Syaban, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Dari riwayat ini para ulama menyimpulkan dua hal sekaligus: boleh menunda qadha sampai Syaban, dan tidak boleh melewatinya sampai Ramadhan berikutnya tanpa uzur.

Perlu diketahui juga bahwa sebagian ulama memakruhkan memulai puasa qadha setelah pertengahan Syaban bagi yang tidak terbiasa berpuasa, karena ada larangan berpuasa sunnah pada paruh kedua Syaban. Namun bagi yang memang punya utang, banyak ulama membolehkannya karena qadha statusnya wajib, bukan sunnah.

Bagaimana Kalau Sudah Telat Bertahun-tahun?

Pertanyaan ini sering diajukan dengan nada malu, padahal jumlahnya sangat banyak. Mari dijawab dengan tenang.

Pertama, utangnya tidak gugur. Berapa pun lamanya, kewajiban qadha tetap melekat dan wajib ditunaikan. Ini kabar baik, karena artinya pintunya masih terbuka.

Kedua, tentang apakah ada tambahan fidyah karena keterlambatan, ulama berbeda pendapat:

PendapatKewajibanAlasan
Jumhur, yaitu Maliki, Syafi'i, dan Hanbali Qadha ditambah fidyah satu mud makanan pokok untuk setiap hari yang tertunda Berdasarkan fatwa sejumlah sahabat seperti Ibnu Abbas dan Abu Hurairah
Mazhab Hanafi Cukup qadha saja, tanpa fidyah Tidak ada nash tegas yang mewajibkan tambahan fidyah, dan ayatnya hanya menyebut mengganti di hari lain

Menurut jumhur, fidyah itu berlipat mengikuti jumlah tahun keterlambatan menurut sebagian mereka, dan tidak berlipat menurut sebagian yang lain. Bila keterlambatan Anda karena uzur yang benar-benar berkelanjutan, seperti sakit panjang, hamil dan menyusui yang beruntun, maka tidak ada fidyah menurut kesepakatan, cukup qadha saja.

Ukuran satu mud adalah sekitar enam ratus tujuh puluh lima gram makanan pokok, dan sebagian ulama membulatkannya menjadi tiga perempat kilogram beras per hari. Sebagian ulama lain menetapkan ukuran yang lebih besar. Untuk nilai rupiahnya, sebaiknya merujuk ketetapan lembaga zakat resmi di daerah Anda pada tahun berjalan, karena angkanya diperbarui setiap tahun.

Saran praktis kalau utang Anda sudah menumpuk: jangan menghitung total dulu, karena angkanya akan membuat Anda menyerah sebelum mulai. Mulailah puasa Senin dan Kamis dengan niat qadha, dan dalam tiga bulan Anda sudah melunasi sekitar dua puluh empat hari.

Aturan Teknis yang Sering Ditanyakan

Apakah harus berurutan?

Tidak. Jumhur ulama membolehkan qadha dicicil dan tidak berurutan, karena ayatnya menyebut mengganti pada hari-hari yang lain tanpa menetapkan syarat berturut-turut. Anda boleh puasa dua hari minggu ini, tiga hari bulan depan.

Bolehkah menggabungkan niat qadha dengan puasa sunnah?

Ini termasuk masalah yang diperselisihkan. Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat qadha dengan puasa sunnah seperti Senin Kamis, dan keduanya terhitung. Sebagian lain berpendapat yang sah hanya yang wajib, sedangkan pahala sunnahnya didapat sebagai ikutan. Jarang ada yang mengatakan gugur keduanya.

Kesimpulan praktisnya: berniatlah qadha, lalu kerjakan pada hari Senin atau Kamis. Kewajiban Anda pasti terbayar, dan mudah-mudahan keutamaan harinya juga diperoleh. Bahasan tentang hari-hari ini ada di manfaat puasa sunnah Senin Kamis untuk muslimah.

Mana yang didahulukan, qadha atau puasa Syawal?

Mayoritas ulama menganjurkan mendahulukan qadha karena statusnya wajib, sementara Syawal sunnah. Sebagian ulama Syafi'iyah membolehkan mendahulukan Syawal karena waktunya sempit hanya sebulan, dengan catatan qadha tetap ditunaikan sebelum Ramadhan berikutnya.

Bolehkah membatalkan puasa qadha di tengah hari?

Tidak boleh tanpa uzur syar'i, karena puasa wajib yang sudah dimulai tidak boleh dibatalkan dengan sengaja. Bila terlanjur dibatalkan tanpa uzur, ia tetap wajib mengulang hari itu dan berdosa.

Bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?

Ini termasuk pembahasan yang perbedaannya cukup lebar. Bila khawatir pada dirinya sendiri, mayoritas ulama menyatakan cukup qadha. Bila khawatir pada bayinya saja, sebagian ulama mewajibkan qadha ditambah fidyah, sebagian cukup qadha, dan sebagian lagi cukup fidyah. Karena ini menyangkut kondisi yang sangat personal, sebaiknya konsultasikan pada ustaz atau lembaga fatwa yang Anda percaya dengan menjelaskan kondisi Anda secara rinci.

Untuk puasa Ramadan yang dijalani pada waktunya, lafal dan ketentuan niatnya berbeda dari qadha. Bacaannya ada di niat puasa Ramadhan.

Selain mengganti puasa, ada kewajiban lain yang menutup Ramadan yaitu zakat fitrah. Cara menghitung dan batas waktunya ada di cara menghitung zakat fitrah.

Penutup

Utang puasa itu seperti utang uang. Semakin lama ditunda, semakin berat rasanya untuk dimulai, padahal jumlahnya tidak bertambah kalau segera dikerjakan. Yang bertambah biasanya hanya rasa bersalahnya.

Kalau Anda sedang membaca ini dan teringat masih punya tunggakan, tidak perlu menunggu momentum. Malam ini niatkan, besok kerjakan satu hari. Satu hari itu sudah mengurangi utang Anda, dan yang lebih penting, sudah memutus rantai penundaan.

Untuk kewajiban lain yang sempat tertinggal, lihat juga cara mengqadha sholat yang ditinggalkan.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Accordion responsif agar pembaca cepat menemukan jawaban.

Bagaimana bacaan niat puasa qadha Ramadhan? +
Bacaannya adalah Nawaitu shauma ghadin an qadhaa-i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta'aalaa, yang berarti aku berniat berpuasa esok hari untuk mengqadha kewajiban puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala. Tempat niat adalah hati, sehingga melafalkannya hanya membantu menghadirkan kesadaran dan bukan syarat sah. Yang menentukan adalah adanya tekad di hati sebelum fajar.
Kapan waktu niat puasa qadha Ramadhan? +
Niat wajib dilakukan pada malam hari, yaitu antara terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Rasulullah bersabda bahwa barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya, riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasai. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya boleh di siang hari, niat puasa qadha setelah terbit fajar tidak sah meskipun Anda belum makan dan minum.
Sampai kapan batas membayar utang puasa Ramadhan? +
Batasnya adalah sebelum masuk Ramadhan berikutnya, sehingga Anda punya rentang sekitar sebelas bulan. Dasarnya adalah keterangan Aisyah bahwa beliau memiliki utang puasa dan tidak sanggup mengqadhanya kecuali pada bulan Syaban, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Menunda sampai melewati Ramadhan berikutnya tanpa uzur hukumnya berdosa.
Bagaimana kalau utang puasa sudah bertahun-tahun tidak dibayar? +
Utangnya tidak gugur dan tetap wajib ditunaikan berapa pun lamanya. Mengenai tambahan fidyah karena keterlambatan, jumhur ulama dari mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali mewajibkan qadha ditambah fidyah satu mud makanan pokok per hari, sedangkan mazhab Hanafi menyatakan cukup qadha saja. Bila keterlambatan karena uzur berkelanjutan seperti sakit panjang, tidak ada fidyah.
Apakah puasa qadha harus dikerjakan berurutan? +
Tidak harus. Jumhur ulama membolehkan qadha dicicil dan tidak berurutan, karena ayat dalam surat Al-Baqarah menyebut mengganti pada hari-hari yang lain tanpa menetapkan syarat berturut-turut. Anda boleh berpuasa dua hari pekan ini dan tiga hari bulan depan, selama seluruhnya tuntas sebelum Ramadhan berikutnya tiba.
Bolehkah niat puasa qadha digabung dengan puasa Senin Kamis? +
Termasuk masalah yang diperselisihkan ulama. Sebagian membolehkan menggabungkan niat sehingga keduanya terhitung, sebagian lain menyatakan yang sah hanya yang wajib sedangkan pahala sunnahnya diperoleh sebagai ikutan. Cara paling aman adalah berniat qadha, lalu mengerjakannya pada hari Senin atau Kamis, sehingga kewajiban Anda pasti terbayar.
Mana yang didahulukan, qadha Ramadhan atau puasa Syawal? +
Mayoritas ulama menganjurkan mendahulukan qadha karena statusnya wajib sedangkan puasa Syawal hukumnya sunnah. Sebagian ulama Syafi'iyah membolehkan mendahulukan Syawal dengan alasan waktunya sempit hanya satu bulan, dengan catatan qadha tetap ditunaikan sebelum Ramadhan berikutnya. Bila ragu, dahulukan yang wajib.
Apakah wanita haid juga wajib mengqadha sholat? +
Tidak. Yang wajib diqadha hanya puasanya, sedangkan sholat yang ditinggalkan selama haid dan nifas tidak perlu diganti sama sekali. Aisyah menjelaskan bahwa mereka diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha sholat, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim. Ini termasuk keringanan besar mengingat jumlah sholat jauh lebih banyak daripada hari puasa.

Komentar

Komentar pembaca

Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar yang disetujui.