Jawaban singkat: Niat sholat hajat dibaca dalam hati bersamaan takbiratul ihram: Ushallii sunnatal haajati rak'ataini lillaahi ta'aalaa. Setelah salam, bacalah hamdalah, sholawat, lalu sampaikan hajat Anda. Doa yang paling kuat sumbernya adalah doa Nabi Yunus, Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.
Coba ketik "doa sholat hajat" di mesin pencari. Hampir semua hasil teratas akan menampilkan doa panjang yang sama, dimulai dengan Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim. Doa itu indah dan maknanya benar. Tetapi ada satu hal yang hampir tidak pernah disebutkan oleh artikel-artikel tersebut, dan menurut saya Anda berhak tahu: para ahli hadis menilai sanad riwayat itu sangat lemah.
Ini bukan berarti sholat hajat tidak boleh dikerjakan. Justru sebaliknya. Tulisan ini akan menjelaskan mana yang kokoh dan mana yang perlu ditempatkan pada porsinya, supaya ketika Anda mengangkat tangan di penghujung malam, Anda melakukannya dengan tenang, bukan dengan was-was.
Artikel ini adalah lanjutan dari tata cara sholat hajat. Kalau tulisan itu menjawab "bagaimana gerakan sholatnya", tulisan ini menjawab "apa yang saya baca sesudahnya".
Apa Itu Sholat Hajat dan Kapan Dianjurkan?
Sholat hajat adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika seseorang memiliki keperluan, lalu dilanjutkan dengan memohon kepada Allah agar keperluan itu dimudahkan. Hajatnya bisa apa saja yang halal: kelulusan, pekerjaan, kesembuhan, jodoh, anak, jalan keluar dari utang, atau sekadar ketenangan hati.
Dasar paling kuatnya bukan doa panjang yang populer itu, melainkan sebuah kisah yang diriwayatkan Utsman bin Hunaif. Seorang laki-laki tunanetra datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memohon agar penglihatannya dikembalikan. Nabi memerintahkannya berwudhu dengan sempurna, mengerjakan sholat dua rakaat, lalu berdoa kepada Allah. Riwayat ini dinilai hasan sahih oleh Imam Tirmidzi.
Dari sini para ulama menyimpulkan pola dasarnya, dan polanya sangat sederhana:
wudhu sempurna, lalu sholat dua rakaat, lalu memohon kepada Allah.
Itu saja. Tidak ada syarat jumlah bacaan tertentu, tidak ada surat wajib tertentu, tidak ada hitungan yang harus dipenuhi. Kesederhanaan inilah yang justru sering hilang ketika sholat hajat dibungkus dengan aturan-aturan tambahan.
Bagaimana Bacaan Niat Sholat Hajat?
Niat tempatnya di dalam hati dan waktunya bersamaan dengan takbiratul ihram. Melafalkannya dengan lisan hukumnya sunnah menurut mazhab Syafi'i, dan bukan syarat sah menurut seluruh mazhab. Artinya, kalau Anda belum hafal, sholat Anda tetap sah.
أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal haajati rak'ataini lillaahi ta'aalaa
"Aku berniat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Berapa rakaat? Dua rakaat adalah yang paling ringkas dan paling kuat dasarnya. Sebagian ulama membolehkan sampai dua belas rakaat dengan salam setiap dua rakaat, dan itu tidak mengapa. Namun jangan sampai jumlah rakaat menjadi beban yang membuat Anda menunda mengerjakannya.
Doa Setelah Sholat Hajat yang Paling Kuat Sumbernya
Berikut empat doa yang sanadnya kokoh dan sangat cocok dibaca setelah sholat hajat. Bacalah setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi.
1. Doa Nabi Yunus, Doa yang Dijamin Dijawab
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
QS. Al-Anbiya: 87
Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin
"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
Rasulullah bersabda bahwa tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini dalam suatu perkara, melainkan Allah akan mengabulkannya. Riwayat Tirmidzi, dan beliau menilainya sahih.
Yang menarik dari doa ini, isinya bukan permintaan. Tidak ada kata "berikanlah aku" di dalamnya. Isinya pengakuan atas keesaan Allah dan pengakuan atas kesalahan diri. Seolah pelajarannya: yang paling sering menyumbat jalan keluar bukan kurangnya permintaan, melainkan hati yang belum mengakui posisinya. Pembahasan lebih dalam ada di doa Nabi Yunus untuk melepas kesulitan.
2. Doa Memohon Dimudahkan Urusan
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
HR. Ibnu Hibban, dinilai sahih
Allaahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idzaa syi'ta sahlaa
"Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau menjadikan kesulitan itu mudah apabila Engkau kehendaki."
3. Kalimat Tawakal yang Diucapkan Nabi Ibrahim
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
QS. Ali Imran: 173
Hasbunallaahu wa ni'mal wakiil
"Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia sebaik-baik pelindung."
Kalimat ini diucapkan Nabi Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api, dan diucapkan kaum muslimin ketika diancam pasukan besar. Keduanya situasi yang secara hitungan manusia sudah tidak ada jalan keluar. Bacalah ketika hajat Anda terasa mustahil.
4. Doa Memohon Kecukupan dari yang Halal
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
HR. Tirmidzi, dinilai hasan
Allaahummakfinii bihalaalika an haraamika wa aghninii bifadhlika amman siwaak
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga aku tidak butuh kepada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain Engkau."
Doa ini sangat tepat untuk hajat yang berkaitan dengan rezeki, pekerjaan, atau utang, karena yang diminta bukan sekadar "banyak" melainkan "cukup dan halal".
Bagaimana Status Doa Sholat Hajat yang Populer Itu?
Sekarang bagian yang jarang dibahas. Doa panjang yang beredar di mana-mana itu berbunyi kurang lebih: Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim, subhaanallaahi rabbil arsyil azhiim, alhamdulillaahi rabbil aalamiin, as-aluka muujibaati rahmatik wa azaa-ima maghfiratik, dan seterusnya.
Riwayat ini ada dalam Sunan Tirmidzi dari jalur Abdullah bin Abi Aufa. Imam Tirmidzi sendiri sudah memberi catatan setelah meriwayatkannya bahwa hadis ini gharib, yaitu hanya datang dari satu jalur. Jalur tunggal itu melewati seorang perawi bernama Fa'id bin Abdurrahman, dan mayoritas ahli hadis menilainya matruk, yaitu ditinggalkan riwayatnya. Sebagian ulama menyimpulkannya sebagai dhaif jiddan atau sangat lemah.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Ada dua sikap ulama, dan keduanya perlu Anda ketahui supaya tidak mudah menyalahkan orang lain:
| Sikap | Alasan | Kesimpulan praktis |
|---|---|---|
| Sebagian ulama, termasuk banyak kalangan Syafi'iyah di Indonesia, tetap mengamalkannya | Hadis lemah boleh dipakai untuk fadhail amal selama tidak berkaitan dengan halal haram, isinya tidak bertentangan dengan syariat, dan tidak diyakini pasti dari Nabi | Boleh dibaca, tanpa meyakini lafalnya wajib |
| Sebagian ulama lain menganjurkan meninggalkannya | Perawinya matruk, sehingga tidak dapat dijadikan sandaran meskipun untuk keutamaan | Cukup sholat dua rakaat lalu berdoa dengan lafal yang sahih |
Perhatikan bahwa kedua pihak sepakat pada satu hal: mengerjakan sholat dua rakaat lalu memohon kepada Allah itu sah dan dianjurkan. Perbedaannya hanya pada lafal doa tertentu. Jadi kalau Anda ragu, ambil saja yang disepakati, dan Anda aman dari dua sisi.
Satu hal yang jelas keliru dan perlu ditinggalkan adalah keyakinan bahwa doa harus dibaca dalam jumlah tertentu, misalnya empat puluh satu kali atau seribu kali, agar hajat terkabul. Angka-angka semacam itu tidak memiliki dasar, dan diam-diam menggeser tawakal kita dari Allah kepada hitungan.
Urutan Lengkap Sholat Hajat dari Awal sampai Doa
- Berwudhulah dengan sempurna. Ini bagian yang disebut eksplisit dalam riwayat Utsman bin Hunaif, jadi jangan diburu-buru.
- Berdirilah menghadap kiblat dan hadirkan di hati keperluan yang ingin Anda sampaikan.
- Bertakbiratul ihram sambil berniat sholat sunnah hajat dua rakaat.
- Kerjakan rakaat pertama dengan Al-Fatihah lalu surat yang Anda hafal. Tidak ada surat yang diwajibkan. Banyak ulama menganjurkan Al-Kafirun, dan itu anjuran, bukan keharusan.
- Kerjakan rakaat kedua dengan Al-Fatihah lalu surat pilihan Anda, misalnya Al-Ikhlas, kemudian tasyahud akhir dan salam.
- Bukalah doa dengan memuji Allah membaca hamdalah, lalu bershalawat kepada Nabi. Urutan ini disebut Rasulullah sebagai adab doa yang benar.
- Bacalah doa berbahasa Arab yang sudah Anda pilih dari daftar di atas.
- Sampaikan hajat Anda dengan bahasa sendiri sedetail mungkin. Ini dibolehkan dan sering justru lebih khusyuk karena Anda memahami setiap kata yang keluar.
- Tutuplah dengan sholawat dan kalimat kepasrahan bahwa yang terbaik menurut Allah itulah yang Anda inginkan.
Kapan Waktu Terbaik Mengerjakan Sholat Hajat?
Sholat hajat boleh dikerjakan kapan saja ketika keperluan itu muncul, kecuali pada tiga waktu yang terlarang untuk sholat sunnah: saat matahari terbit sampai naik sekitar satu tombak, saat matahari tepat di atas kepala menjelang zuhur, dan saat matahari terbenam.
Namun bila Anda bisa memilih, kerjakanlah pada waktu-waktu yang dijanjikan lebih dekat pada pengabulan:
| Waktu | Keterangan |
|---|---|
| Sepertiga malam terakhir | Waktu Allah turun ke langit dunia dan bertanya siapa yang memohon kepada-Nya. Ini waktu paling utama. |
| Antara adzan dan iqamah | Doa pada waktu ini disebut tidak tertolak. |
| Saat sujud | Kondisi hamba paling dekat dengan Rabbnya, boleh berdoa dengan bahasa sendiri. |
| Hari Jumat, terutama akhir waktu Ashar | Ada saat mustajab yang dirahasiakan pada hari Jumat. |
| Ketika hujan turun | Termasuk waktu yang disebutkan doa tidak ditolak. |
Bila Anda ingin menggabungkan sholat hajat dengan qiyamul lail, bacalah juga keutamaan sholat tahajud untuk muslimah.
Tiga Kesalahan yang Sering Terjadi
Menjadikan sholat hajat sebagai transaksi
Ada pola pikir yang diam-diam terbentuk: saya sudah sholat hajat tujuh malam berturut-turut, kenapa belum dikabulkan juga? Pertanyaannya wajar dan manusiawi, tapi cara berpikirnya menempatkan ibadah sebagai alat tukar. Padahal Allah menjanjikan tiga kemungkinan jawaban atas doa: diberikan, ditunda, atau diganti dengan yang lebih baik, termasuk dijauhkan dari keburukan yang tidak kita ketahui. Pembahasan panjangnya ada di ketika doa belum dikabulkan.
Berhenti berikhtiar karena merasa sudah berdoa
Sholat hajat itu menyempurnakan usaha, bukan menggantikannya. Yang ingin lulus tetap harus belajar, yang ingin pekerjaan tetap harus melamar, yang ingin sembuh tetap harus berobat. Rasulullah menyuruh mengikat unta sebelum bertawakal, dan urutan itu tidak pernah dibalik.
Mencari amalan dengan hitungan ajaib
Setiap kali ada amalan yang menjanjikan hasil pasti dengan jumlah bacaan tertentu dalam waktu tertentu, berhati-hatilah. Ciri khasnya selalu sama: sumbernya tidak jelas, tetapi janjinya sangat spesifik. Ibadah yang benar justru sebaliknya, sumbernya jelas dan hasilnya diserahkan kepada Allah.
Salah satu hajat yang paling sering dibawa dalam sholat ini adalah beban utang yang belum tuntas. Doa yang Rasulullah ajarkan khusus untuk itu ada di doa melunasi hutang.
Penutup
Sholat hajat sebenarnya bukan ritual yang rumit. Ia hanyalah cara seorang hamba berkata kepada Rabbnya, dengan sikap tubuh yang paling sopan yang ia bisa: saya butuh, dan saya tidak punya siapa-siapa selain Engkau.
Kalau malam ini Anda sedang memikul sesuatu yang berat, jangan menunggu sampai hafal semua lafal Arabnya. Ambil wudhu, sholat dua rakaat, lalu bicaralah. Allah tidak sedang menilai kefasihan Anda. Dia sedang menunggu Anda datang.
Setelah itu, latihlah hati untuk menerima jawaban dalam bentuk apa pun. Panduannya ada di cara ikhlas menerima takdir menurut Islam dan cara tawakal kepada Allah.
Komentar
Komentar pembaca
Komentar dimoderasi untuk mengurangi spam.
Tinggalkan komentar